Keunggulan Program KKN-PPM UGM, Local Genius UGM yang Mengabdi untuk Indonesia Sekaligus Menginspirasi Dunia

60
Gagasan Benito Rio Avianto, alumnus Program Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) tentang KKN-PPM UGM sebagai program unggulan agar dikembangkan pada skala regional/global. Foto: Ist
Gagasan Benito Rio Avianto, alumnus Program Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) tentang KKN-PPM UGM sebagai program unggulan agar dikembangkan pada skala regional/global. Foto: Ist

Oleh Benito Rio Avianto, SST, M.Ec.Dev.*

 

JAKARTA – Kondisi di tengah virus Covid-19 ini ternyata membawa hikmah tersendiri. Saat saya melakukan working from home pada tanggal 29 Juni 2020, di situ pula saya berkesempatan menyaksikan Peluncuran Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Daring Universitas Gadjah Mada Periode 2 tahun 2020. Peluncuran berlangsung di Balai Senat UGM, Yogyakarta dan diikuti secaara daring oleh peserta KKN UGM.

Saya sendiri menyaksikan acara tersebut melalui You Tube di channel UGM. Terima kasih UGM atas siaran langsung secara online sehingga saya dapat menyaksikan acara ini. Saat mengikuti Upacara pelepasan tersebut, saya mendapatkan kesan yang luar biasa dan decak kekaguman dan kebanggaan atas tujuan, jumlah peserta, sebaran daerah, serta konten dari program KKN-PPM UGM itu sendiri.

Upacara Peluncuran KKN PPM Daring UGM, sekaligus KKN daring pertama ini, dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, dan Baktiku (Mars KKN UGM). Dari ke-3 lagu pembuka tersebut, saya merasakan kewibawaan Hymne Gadjah Mada dan semangat lirik dan lagu Baktiku (Mars KKN UGM). Lewat kedua lagu itu pula yang akan mengiringi Langkah peserta KKN UGM dengan penuh semangat melakukan pembelajaran dan pengabdian masyarakat menyebar ke berbagai penjuru negeri.

Peluncuran KKN-PPM Daring. Foto: Ist
Peluncuran KKN-PPM Daring. Foto: Ist

Baca juga: Kenangan Bersama Sosok Umar Kayam Semasa Kuliah di UGM

Pada Laporan Pelaksanaan KKN PPM UGM oleh Direktur Pengabdian Masyarakat, Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng, Ph.D, menyampaikan bahwa program KKN ini diikuti oleh 4504 mahasiswa, yang berasal dari 18 fakultas dan 1 sekolah vokasi, tersebar 178 lokasi yaitu di 27 provinsi, 77 kabupaten/kota, 143 kecamatan, 263 desa. Selain itu, program ini juga membawa tema-tema yang sangat menarik dan sesuai dengan era kekinian yaitu Desa Digital Apps Agriculture, Pembangunan Perdesaan, Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, dan Pelatihan Perencanaan Pembangunan Desa. Selain itu, program KKN UGM bersinergi dengan kegiatan UGM lainnya.

Sedangkan Rektor UGM, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng, D.Eng, menyampaikan bahwa menumbuhkan empati dan kepedulian civitas akademika UGM, memperkokoh jati diri sebagai Universitas Pancasila, Universitas Kerakyatan, Universitas Perjuangan, Universitas Pusat Kebudayaan, dan Universitas Nasional. Meskipun di tengah pandemic Corona, UGM tetap melaksanakan KKN dengan melakukan inovasi tridarma Perguruan Tinggi. Melalui KKN periode sebelumnya, UGM telah menunjukan kepedulian khusus untuk merespon pandemic Covid-19. Hal yang khusus pada KKN periode 2 ini adalah peningkatan sumber daya masyarakat dan pembuatan perencanaan pembangunan desa.

Berdasarkan laporan Prof. Irfan dan sambutan Rektor UGM, saya berpendapat bahwa KKN-PPM UGM merupakan local genius UGM yang telah berlangsung selama 48 tahun sejak tahun 1972. Program ini didukung oleh kekuatan dan kekhasan UGM yang memiliki program studi terbanyak, terlengkap dan paling komprehensif di Indonesia, menggambarkan terimplementasinya ilmu dari kampus dengan kebutuhan nyata di masyarakat sebagai pembelajaran bagi para intelektual muda.

Baca juga: Menyambut Ranking Dunia UGM, UGM Membangun Peradaban Bangsa dan Dunia