Ketua UKM Unit Fotografi UGM: Fotografi Bukanlah Kompetisi Alat yang Paling Bagus

240

Baca juga: Apa Saja Kegiatan yang Ingin Dilakukan Masyarakat Saat Pembatasan Sosial Berakhir?

Selama kurang lebih dua tahun di UFO, Marko mengaku sempat merasa kagok di awal, terutama dalam sistemasi kepengurusan organisasi. Apalagi UFO punya anggota yang cukup banyak.

Namun, Marko dapat beradaptasi seiring berjalannya waktu. Selebihnya, hal yang dirasakan pemuda asal Jakarta ini kesempatan untuk bisa bertemu orang-orang dari berbagai latar belakang, tujuan, dan pandangan.

Hal itu dia manfaatkan untuk bertukar pikiran, utamanya dengan teman di luar FISIPOL.

“Selain itu, UFO sebagai UKM yang status keanggotaannya adalah seumur hidup, membuat saya bertemu dengan orang-orang yang rentang umurnya cukup jauh,” tutur Marko.

“Dari sini, kita dapat saling bertukar perspektif dan pikiran tentang banyak hal (tidak hanya fotografi),” bebernya, lelaki yang juga gemar modern dance ini.

Jambore Fotografi Bali. Foto: Dok. UFO
Jambore Fotografi Bali. Foto: Dok. UFO

Baca juga: Berbagai Kerja Sama yang Harus Dikuatkan Lewat Hubungan Bilateral Indonesia-AS

Menjadi Ketua UFO

Musyawarah anggota di pengujung tahun lalu memilih Marko sebagai ketua UFO yang baru.

Dalam kepengurusan periode ini, Marko menyatakan ingin membangun UFO yang lebih baik dengan memanusiakan manusianya.

Sebab, menurut Marko, UFO dapat bergerak melalui gerakan kolektif manusia yang ada di dalamnya.

Marko dan pengurus UFO pun sudah menyiapkan banyak program guna mewujudkan misinya itu.

Akan tetapi, pandemi Covid-19 harus membuat mereka kembali memutar otak.

Baca juga: Cerita Diaspora KAGAMA tentang Penerapan Normal Baru di Perguruan Tinggi Korea Selatan