Saat ini Ida Putri sebagai Program Officer OHANA Indonesia yang berkantor di Jalan Kaliurang km 16, Kledokan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Di OHANA Indonesia, ia tengah fokus pada advokasi kebijakan.

Ida bersama kawan difabel (different ability) sedang fokus mencoba mengadvokasi supaya Rencana Aksi Nasional Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) juga memberikan keuntungan pada difabel. Tujuannya, agar difabel dilibatkan dalam proses pembangunan sehingga program pembangunan dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah ramah terhadap warga difabel.

Workshop Penyusunan Matrix Rencana Aksi Nasional Sustainable Development Goals yang diselenggarakan Perhimpunan OHANA Indonesia diharapkan dapat meningkatkan partisipasi DPO (Disabled People Organisation) dalam penyusunan Matrix RAN SDGs serta mendorong implementasinya secara inklusif dan partisipatif [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
Workshop Penyusunan Matrix Rencana Aksi Nasional Sustainable Development Goals yang diselenggarakan Perhimpunan OHANA Indonesia diharapkan dapat meningkatkan partisipasi DPO (Disabled People Organisation) dalam penyusunan Matrix RAN SDGs serta mendorong implementasinya secara inklusif dan partisipatif [Foto R Toto Sugiharto/KAGAMA]
“Selama ini kan difabel tidak pernah dilibatkan. Padahal komitmen dunia untuk not left behind (tidak meninggalkan difabel). Kami fokus bagaimana mengawal RAN SDGs Indonesia yang berperspektif difabel. Dari pemerintah pusat, daerah, dan teman-teman difabel, kita sama-sama. Tapi, leader-nya masih di OHANA,” urai Ida.

Pada kesempatan itu Perhimpunan OHANA (Organisasi Handicap Nusantara) Indonesia menghadirkan narasumber Executive Director OHANA Indonesia Risnawati Utami, SH, MS/IHPM,  Priyanto Rohmatullah dari Sekretariat SDGs Bappenas dan Sudiarto dari Bappeda DIY.  Peserta lainnya dari Bappenas, Bappeda DIY, organisasi DIfabel, Disability Right FUnd (DRF), dan Global Mobility USA. [RTS]