Kesadaran Memilih Produk Pangan Olahan Aman jadi Tantangan Masyarakat Pontianak

4
Tidak semua produk olahan yang beredar memenuhi standar kesehatan pangan di Indonesia.(Foto: ericopieter.blogspot.com)
Tidak semua produk olahan yang beredar memenuhi standar kesehatan pangan di Indonesia.(Foto: ericopieter.blogspot.com)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kota Pontianak merupakan daerah yang letaknya berdekatan dengan negara-negara ASEAN, seperti Malaysia (Kuching dan Serawak), Bruinei Darussalam, dan Singapura.

Kedekatan posisi ini membuat Pontianak dan masyarakat tidak bisa menghindari banyaknya produk makanan yang beredar. Sebagian dari makanan yang beredar itu adalah produk impor dari negara-negara tetangga.

Namun, tidak semua produk olahan yang beredar itu memenuhi standar kesehatan pangan di Indonesia. Berangkat dari hal tersebut, perlu adanya kesadaran masyarakat akan produk pangan olahan yang aman. Dibarengi juga dengan upaya dari pemerintah dan lembaga terkait untuk mengedukasi masyarakat.

“Semakin banyak jenis makanan yang beredar, maka para ibu rumah tangga harus semakin pintar memilih makanan. Untuk itu membuat keputusan mengkonsumsi makanan yang aman merupakan langkah tepat yang diambil ibu rumah tangga”, tulis Eka Mulyanti dalam tesisnya yang berjudul Perilaku Ibu Rumah Tangga Dalam Memilih Produk Pangan Olahan yang Aman di Kota Pontianak (2016).

Peredaran produk makanan baik lokal maupun impor semakin marak di Pontianak, seiring dengan dilaksananya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 lalu. Namun, perlu diketahui bahwa produk pangan yang beredar tersebut tidak semuanya memenuhi standar makanan sehat.

Merujuk dari data Badan POM RI 2015, Indonesia kembali dikejutkan dengan beredarnya buah yang mengandung bakteri patogen. Begitu juga pada tahun 2013, sebanyak 84,31 persen produk pangan dari tiga pasar tradisional tidak memenuhi syarat karena mengandung formalin.