MOSKOW, KAGAMA – Pertemuan dua pemimpin negara, Presiden Joko Widodo dari Indonesia dengan Presiden Vladimir Putin dari Rusia berpengaruh pada proses kerjasama bilateral dua negara. Pascapertemuan yang dilaksanakan Mei 2016  di Sochi, Rusia terjadi peningkatan intensitas kerjasama di berbagai bidang, termasuk ekonomi, perdagangan, investasi, dan industri strategis serta people to people interaction.

Hal itu disampaikan Delegasi RI mewakili Duta Besar (Dubes) RI Moskow yang juga Wakil Kepala Perwakilan RI Lasro Simbolon dalam sambutan pembukaan Forum Bisnis dan Investasi di Vladiostok, Rusia, Jumat (19/5/207). Dubes RI untuk Rusia M Wahid Supriyadi tidak dapat hadir. Alumnus Departemen Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya UGM Angkatan 1978 itu sedang ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan. Kegiatan yang dilaksanakan KBRI Moskow bekerjasama dengan House of Indonesia dan Konsul Kehormatan RI untuk Rusia baru pertama kali dilaksanakan.

Wakil Kepala Perwakilan RI - Moskow Lasro Simbolon membuka resmi "Indonesia Business and Investment Forum"  (Foto ISTIMEWA)
Wakil Kepala Perwakilan RI – Moskow Lasro Simbolon membuka resmi “Indonesia Business and Investment Forum” (Foto ISTIMEWA)

Sejumlah pejabat setempat, pengusaha, dan akademisi kawasan Priomorskiy hadir pada pertemuan itu. Sedangkan  dari Indonesia hadir antara lain Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Jawa Timur Lili Soleh Wartadipraja, dan Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Eddy Kuntadi.

Lasro Simbolon mengharapkan forum bisnis tersebut menjadi media untuk mempromosikan keunggulan ekonomi lndonesia, memerkenalkan berbagai paket kebijakan pemerintah lndonesia di bidang investasi dan perdagangan luar negeri. Selain itu, juga semakin mendekatkan pelaku bisnis dari Indonesia dengan mitranya di Rusia, khususnya di wilayah Timur Jauh.

Wakil Kepala Perwakilan RI - Moskow Lasro Simbolon dengan Gubernur Primorskiy Krai Vladimir Miklushevsky di booth Indonesia. (Foto ISTIMEWA)
Wakil Kepala Perwakilan RI – Moskow Lasro Simbolon dengan Gubernur Primorskiy Krai Vladimir Miklushevsky di booth Indonesia. (Foto ISTIMEWA)

Di forum tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jawa Timur, Bupati Sidoarjo, Bupati Bondowoso, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta dan beberapa delegasi dari pihak Rusia memberikan pemaparan.

Wakil Kepala Perwakilan RI - Moskow Lasro Simbolon bercengkerama dengan Gubernur Primorskiy Krai dan para pengusaha industri wisata Rusia. (Foto ISTIMEWA)
Wakil Kepala Perwakilan RI – Moskow Lasro Simbolon bercengkerama dengan Gubernur Primorskiy Krai dan para pengusaha industri wisata Rusia. (Foto ISTIMEWA)

Dalam forum yang juga menjadi ajang business matching antarpengusaha, telah ditandatangani sejumlah MoU dan kesepakatan bisnis, antara lain MoU Kadin DKI Jakarta dengan Kadin Provinsi Primorsky, MoU Kadin DKI Jakarta dengan Kadin Provinsi Khabarovsk, kesepakatan kerjasama antara PT Buana Abyakta Jaya dengan pimpinan Far Eastern State Technical Fisheries University mengenai kerja sama sektor perikanan, meliputi program pelatihan, pembuatan kapal, transfer teknologi, manufaktur dan perdagangan.

Kerjasama perdagangan Indonesia dan Rusia menunjukkan peningkatan yang signifikan pada 2016 sebesar 33,6% dengan nilai mencapai USD 2,6 milyar. Beberapa pelaku bisnis dan investor Rusia telah melakukan berbagai proyek kerjasama dan investasi di lndonesia, antara lain di sektor migas, pertambangan, pertanian, perikanan, dan infrastruktur.

Penandatanganan sejumlah MoU antara Kadin DKI Jakarta dan Kadin setempat serta antarpengusaha disaksikan Wakil Kepala Perwakilan RI - Moskow Lasro Simbolon dan jajaran delegasi. (Foto ISTIMEWA)
Penandatanganan sejumlah MoU antara Kadin DKI Jakarta dan Kadin setempat serta antarpengusaha disaksikan Wakil Kepala Perwakilan RI – Moskow Lasro Simbolon dan jajaran delegasi. (Foto ISTIMEWA)

Berbagai komoditi ekspor andalan lndonesia ke Rusia selama ini mencakup peralatan laboratorium, minyak kelapa sawit, dan produk turunannya, komponen peralatan elektrik, kopra, minyak kernel dan babassu, karet alam, gutta percha, cocoa butter, alas kaki, kopi dan minyak nabati. Sementara itu, lndonesia banyak mengimpor potassium untuk bahan pupuk, gandum dan meslin, aluminum serta produk setengah jadi dari bahan besi dan baja.

Vladivostok adalah salah satu kota prioritas pengembangan ekonomi Rusia dengan pembangunan infrastruktur dan kawasan ekonomi khusus. Ke depannya, interaksi pengusaha Indonesia dengan pengusaha kawasan Timur Jauh Rusia kiranya perlu lebih ditingkatkan mengingat letak geografis Vladivostok yang lebih dekat dari Indonesia dan merupakan pintu gerbang Rusia di Pasifik. [rts]