DALAM kehidupan sehari-hari kerja keras dan disiplin merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai cita-cita yang diharapkan. Motto inilah yang selalu dipegang teguh oleh Ike Nurjuita Nayasilana selama menempuh pendidikan doktoral di Universitas Gadjah Mada Fakultas Biologi. Ike pun berhasil menyelesaikan studi dalam waktu kurang lebih tiga tahun dengan IPK 4.00.

“Saya pribadi tidak pernah menyangka akan sangat cepat dalam menyelesaikan studi doktor biologi. Ditambah lagi, alhamdulilah saya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan,” tutur Ike ditemui kagama.co, Selasa (23/1/2018) di Fakultas Biologi UGM.

Dalam pendidikan doktoral, Ike melakukan riset mengenai perilaku orangutan di Kalimantan Tengah. Judul disertasinya, “Model Evaluasi Kesuksesan Adaptasi Orangutan (Pongo pymaous wormbi, Tiedeman 1808) Reintrodusi di Hutan Lindung Bukit Batikap, Kalimantan”. Dalam penelitian itu Ike harus melakukan penelitian langsung di dalam hutan untuk mengambil data dengan banyak risiko yang harus dilalui. Karena, tantangan di lapangan akan sangat berbeda jauh dengan teori yang ada.

Menurut Ike yang turut diwisuda pada Rabu (24/1/2018) ini, selama proses pendidikan Doktor Biologi, yang paling berat ketika melakukan penelitian di lapangan. Ia harus turun ke hutan dan tinggal di sana dalam beberapa bulan untuk  mendapatkan data valid. Kemudian, tempat yang menjadi area penelitian orangutan itu sangat sulit dijangkau karena harus melalui jalur darat, jalur udara, dan jalur air yang memakan waktu perjalanan berjam-jam.

“Semua kerja keras dan disiplin yang saya lakukan akhirnya terbayarkan dengan hasil yang sangat membanggakan bagi saya pribadi. Karena selama ini, saya tidak menyangka medan di lapangan sangat sulit untuk dijangkau dengan segala keterbatasan yang ada,” lanjut Ike.

Kemudian, penyelesaian studi yang sangat cepat untuk progam doktoral juga tidak lepas dari dorongan Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setyadi Daryono, M. Agr. Sc. Hal itu diceritakan oleh Ike, kalau Dekan Fakultas Biologi memberikan motivasi kepadanya untuk cepat dalam menyelesaikan studi di Fakultas Biologi sesuai prosedur yang ada. Jangan sampai ada anggapan masyarakat umum yang menyatakan kalau mengambil kuliah di Fakultas Biologi sudah susah masuknya dan susah juga lulusnya.

“Pak Dekan mendorong saya untuk membuktikan kalau kuliah di Fakultas Biologi tidak susah lulusnya,” ungkap Ike.

Selain itu, kesuksesan selama menempuh pendidikan doktoral juga tidak lepas dari dorongan keluarga, teman, dan para dosen yang selalu memberikan semangat untuk dapat menyelesaikan pendidikan doktoral dengan cepat dan baik.

“Karena, tanpa dukungan mereka semua, apa yang saya lakukan akan sangat sulit tercapai dengan baik sebagaimana yang saya harapkan. Kesuksesan ini adalah kesuksesan bersama yang semua pihak membantu dalam proses pendidikan doktor saya,” tegas Ike.

Ike berharap ke depan, dengan hasil penelitian doktoral yang telah ia lakukan akan banyak memberikan manfaat kepada perkembangan orangutan di Indonesia. Apalagi keberadaan orangutan sangat terancam dengan kehilangan habitat, pembalakan liar, kebakaran hutan, perburuan, dan perdagangan untuk dijadikan satwa peliharaan.

“Inilah ketakutan mengenai nasib orangutan dan berharap dapat membantu, menjaga, melestarikan orangutan dengan ilmu yang saya miliki,” pungkas Ike. [Fikri Fawaid]