Kemenhub Kebut Pembangunan Konektivitas dan Aksesbilitas Transportasi Joglosemar

33
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Dr. Paripurna, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir dalam seminar bertema
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni Dr. Paripurna, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir dalam seminar bertema "Tourism Supply Chain Management" di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada, Bulaksumur. Foto : Kemenhub

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Guna mengakselerasi sektor pariwisata di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjanjikan pembangunan konektivitas dan aksesibilitas transportasi di dua provinsi tersebut akan diselesaikan pada akhir tahun 2020.

Menhub Budi menyatakan, saat ini pemerintah tengah membangun Bandar Udara Internasional Yogyakarta  atau Yogyakarta Internationak Airport (YIA) sebagai pintu gerbang baru menuju Yogyakarta.

Guna menunjang keberadaan YIA maka ke depannya pihaknya juga akan segera menyelesaikan infrastruktur lain untuk menunjang aksesibilitas transportasi ke tempat-tempat wisata.

“Konektivitas kereta api dari Kulon Progo menuju Yogyakarta segera akan kita bangun, tahun depan selesai.”

“Konektivitas kereta api dari Yogyakarta menuju Candi Borobudur juga sudah dirancang,” kata Menhub Budi usai menjadi keynote speaker pada acara seminar bertema “Tourism Supply Chain Management” di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada, Bulaksumur, Sabtu (21/9/2019).

Baca juga : Bandara Internasional Yogyakarta akan Terkoneksi Tol dan Kereta

Menurutnya, saat ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga tengah mengidentifikasi kemungkinan jalur untuk angkutan bus dari Kulon Progo langsung ke Candi Borobudur.

Nantinya diharapkan jalur ini dapat mendukung aksesibilitas angkutan bus dari Kulon Progo ke Candi Borobudur.

Kemenhub juga akan fokus untuk mengembangkan aksesibilitas transportasi kereta api, baik kereta api antar kota mengitari kawasan Jogja, Solo, Semarang, dan kota-kota sekitarnya, maupun kereta api menuju bandara sehingga semakin memudahkan aksesibilitas wisatawan.

“Kita akan kembangkan yang Joglosemar, artinya antara Semarang, Solo, Adisucipto Yogyakarta, Kulon Progo, Purworejo, Tegal balik lagi ke Pekalongan dan itu ada suatu ring kereta api atau melingkar,” ujar Ketua Harian PP Kagama ini.

Baca juga : Pembangunan Jalur KA Ke Bandara YIA Ditargetkan Selesai Tahun 2020

Dia menilai sektor pariwisata nantinya diharapkan dapat menjadi sektor unggulan guna menghasilkan devisa bagi negara.

“Terkait upaya ini nilai investasi infrastruktur transportasi di kawasan Joglosemar sudah lebih dari Rp20 triliun,” pungkas Menhub Budi Karya. (Kemenhub/Josep)