JAKARTA, KAGAMA. Saat ini pengguna internet terus berkembang secara masif. Bahkan internet sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern yang dengan mudah diakses lewat telpon genggam, tablet, hingga komputer.

Peluang ini dilihat Ketua Bidang Networking dan Promosi Alumni Kagama MM Sigit Budi Darmawan. Dia bersama beberapa rekannya sesama alumni memfasilitasi berdirinya startup company yang diberi nama, mussy.co.

“Dari hasil pengalaman saya berinteraksi dengan sesama alumni serta mahasiswa. Saya dan beberapa rekan alumni memfasilitasi berdirinya startup company, mussy.co. Kami membuat online platform yang menghubungkan antara customer atau pengguna jasa dengan para pemusik atau musisi,” tutur Sigit ketika ditemui KAGAMA di kantornya di kawasan Cilandak, Jakarta, belum lama ini.

Idennya mirip aplikasi Gojek atau Grab yang menghubungkan pengguna jasa angkutan ojek maupun taksi mandiri secara online lewat jaringan internet.

Mussy.co memudahkan orang yang ingin menikmati music live secara pribadi untuk menggunakan jasa pemusik atau musisi yang mereka inginkan. Musisi yang berafiliasi dengan mussy.co mulai dari kelas kafe hingga yang sudah punya nama di level nasional.

Sigit Budi Darmawan memanfaatkan jejaring alumni untuk mewujudkan ide-ide startup sekaligus mengembangkan semangat kewirausahaan. Josep/KAGAMA
Sigit Budi Darmawan memanfaatkan jejaring alumni untuk mewujudkan ide-ide startup sekaligus mengembangkan semangat kewirausahaan. Josep/KAGAMA

“Jadi customer bisa memesan jasa musisi dengan mengakses situs, mussy.co. Mereka dapat menentukan tanggal kegiatannya, genre musik, serta musisinya. Customer pun dapat langsung mengetahui biaya yang mesti mereka keluarkan,” papar Senior Manager, Planning and Logistic Supply Chain di perusahaan multinasional itu.

“Idenya dari alumni junior yang punya passion terhadap musik serta memiliki semangat wirausaha. Inilah salah satu gunanya jaringan alumni yakni mengembangkan kewirausahaan. Saya dan beberapa teman senior kebetulan punya resource, seperti jaringan, dana, dan mentoring. Ide dan resource tersebut disinergikan sehingga mewujud.,” ujar Sigit.

“Kami selalu terbuka terbuka pada ide-ide dari sesama alumni maupun mahasiswa. Sepanjang idenya brilian, dapat ditopang secara finansial, serta punya potensi mendatangkan keuntungan maka kami siap memfasilitasi untuk mewujudkan ide itu,” tutur alumnus Fakultas Teknik UGM ini. (Ojos)