Kembangkan Bahasa Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0

243
Ketua KIPBIPA Dr. Sudibyo, M.Hum berharap konferensi yang akan diselenggarakan tiga hari mendatang dapat mengeluarkan kontribusi pemanfaatan dan penjayaan Bahasa Indonesia. Foto: Kianthi
Ketua KIPBIPA Dr. Sudibyo, M.Hum berharap konferensi yang akan diselenggarakan tiga hari mendatang dapat mengeluarkan kontribusi pemanfaatan dan penjayaan Bahasa Indonesia. Foto: Kianthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Afiliasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA) bekerja sama dengan Indonesian Culture and Language Learning Service (INCULS) UGM, akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIPBIPA) pada 7-9 Agustus 2019 di Gedung Soegondo, FIB UGM.

Ini merupakan ke-11 kalinya acara KIPBIPA diselenggarakan dan sejak awal berupaya melakukan pembuanaan Bahasa Indonesia  dan mengusung tema “Pengembangan BIPA pada Era Revolusi Industri 4.0”.

Hal ini disampaikan oleh Wiz Kurniawati, MA, salah satu anggota panitia KIPBIPA dalam jumpa pers di Ruang Rapat Humas UGM pada Selasa (6/8/2019).

Sekilas tentang BIPA

Ketua KIPBIPA Dr. Sudibyo, M.Hum., sekaligus koordinator INCULS (lembaga BIPA di FIB UGM) menyampaikan, KIPBIPA diselenggarakan secara rutin setiap dua tahun sekali dan bekerja sama dengan APPBIPA.

Dalam konferensi tersebut akan hadir banyak pakar dari berbagai penjuru dunia, di antaranya dari Indonesia, Korea, Malaysia, Italia, Jepang, dan Australia.

Beberapa di antaranya akan menjadi pembicara utama. Di samping itu akan hadir juga pengajar BIPA di luar negeri Amerika, Jerman, Thailand, dan Swiss.

“Kami berharap konferensi yang akan diselenggarakan tiga hari yang akan datang dapat mengeluarkan kontribusi pemanfaatan dan penjayaan Bahasa Indonesia. Karena, APPBIPA sangat sadar dan bersemangat menjayakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional, sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak melakukannya,” ujar Sudibyo.

Fokus KIPBIPA

KIPBIPA kali ini berfokus pada standardisasi pembelajaran Bahasa Indonesia untuk penutur asing.

Dengan standard tersebut, Sudibyo berharap Bahasa Indonesia untuk penutur asing di seluruh lembaga penyelenggara di Indonesia akan mempunyai kualitas yang sesuai standard.

“Sampai saat ini, masih terus dicari formulasi mengajar Bahasa Indonesia pada penutur asing. Sudah mulai tampak ada buku ajar yang ditulis secara nasional yang diterbitkan oleh Badan Bahasa,” ujar Sudibyo.

Baca juga: Fesbud, Ajang Pentas Ujian Akhir di FIB