JAKARTA, KAGAMA. Sebelum berangkat ke Beijing, Presiden Joko Widodo masih menyempatkan diri untuk menemui Sri Wahyuni di ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (13/5/2017). Setelah melewati perjuangan keras dan berliku, Sri Wahyuni bisa bertatap muka serta berbicara langsung dengan Kepala Nagara Indonesia.

Ini pertemuan istimewa. Pasalnya, wanita jelata, warga Dukuh Karangasem, Banaran, Sambungmacan, Sragen, itu nekad jalan kaki dari kampung halamannya menuju Jakarta hanya untuk bertemu Presiden.

Sri Wahyuni, 46 tahun, mulai melakoni aksi jalan kakinya pada hari Jumat, 21 April dan ia tiba di Ibukota Jakarta di hari Rabu malam, 3 Mei 2017. Sayang, impiannya bertemu Presiden tak langsung terwujud.

Bahkan wanita yang sehari-hari mencari nafkah dengan menjual susu kedelai itu sempat terlantar di sekitar Istana Merdeka dan terpaksa tidur di Polsek Metro Gambir.

Tak hanya menunggu berhari-hari di Jakarta, ia bahkan harus berjibaku melawan ketatnya barikade Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) hanya untuk mengirimkan surat ke Presiden melalui Kementerian Sekretaris Negara (Mensesneg).

Ibu satu anak ini tetap gigih meski sempat ditolak oleh Paspampres. Namun, ia bergeming menyampaikan niatannya memenuhi nadar bertemu Presiden hingga barisan Paspampres pun menyerah dan mengijinkannya masuk.

Sri Wahyuni memahami ketatnya lapisan barikade pengamanan di lingkungan Kepresidenan maupun Kementrian Sesneg. Oleh sebab itu, dia merasa bangga bisa masuk ke Kemensesneg.

Perjuangan Sri Wahyuni pun berbuah manis. Suratnya diterima dan Presiden Joko Widodo berkenan menemuinya sebelum berangkat ke Beijing. Selamat buat Ibu Sri Wahyuni. (jos)