Kedatangan Menlu Retno di Yogya Annual Art #5 Membuat Butet Kartaredjasa Menangis

128

Baca juga: Upaya Dirjen KSDAE Selamatkan Harimau Sumatera dari Kepunahan

Seniman berusia 58 tahun itu mengaku, kedatangan Menlu Retno di tengah kesibukannya merupakan sebuah kebanggaan dan apresiasi tinggi bagi rekan-rekan seniman Yogyakarta. Tak terkecuali almarhum Djaduk.

Kalimat yang dituturkan Menlu Retno sewaktu berpidato pun mampu menyentuh hati Butet.

“Yang dituturkannya dengan emosi saat pidato sungguh terasa menusuk ati. Mak grenjel nang ati. Karena air mata pun turut bicara.”

“Matur nuwun, mbak,” tutur Butet, tentang menteri alumnus Hubungan Internasional UGM tersebut.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Menlu Retno juga merasa memperoleh kehormatan dapat meresmikan Pameran Yogyakarta Annual Art #5. Sekaligus membuka Pameran Foto Almarhum Djaduk Ferianto.

Baca juga: Kekuasaan Otoriter Efektif Tangani Covid-19?

Melalui Twitter, perempuan 57 tahun asal Semarang tersebut membagikan pengalamannya berkunjung ke pameran.

“Foto-foto Almarhum Djaduk Ferianto diambil selama kunjungan Almarhum ke Afrika Selatan, guna mempersiapkan partisipasinya dalam Jazz Festival di Cape Town, Afrika Selatan.”

“Sesuai tema AAY #5, Hybriditas, semoga para seniman, para Duta Budaya Indonesia, terus berkarya dan terus bertutur bahwa Indonesia itu majemuk, dan kemajemukan itu indah.”

“Saya juga apresiasi bahwa pameran dilakukan dengan menghormati Protokol Kesehatan #staysafestayhealthystayunited,” tulis Menlu Retno.
 (Ts/-Th)

Baca juga: Pandemi Menguji Nasionalisme, Ganjar Terapkan Kebijakan Berbasis Kekuatan Rakyat