Keadilan Sosial bagi Anak Penderita HIV/AIDS

17
Penderita HIV:AIDS juga sering kali dikucilkan dari pergaulan. Foto: reuters
Penderita HIV:AIDS juga sering kali dikucilkan dari pergaulan. Foto: reuters

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Penyakit HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya diderita orang dewasa, kini penyakit yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus tersebut juga menyerang anak-anak.

Namun demikian, lingkungan sosial kerap kali memandang sebelah mata penderita HIV/AIDS.

Selain itu, penderita HIV/AIDS juga sering kali dikucilkan dari pergaulan.

Hal itu tentu bertentangan dengan salah satu sila dalam Pancasila, yaitu sila ke-5 yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga: Mengontrol Pengeluaran Jelang Tahun Baru

Sila tersebut mengungkapkan bahwa kita mesti memandang sama rata kepada sesama.

Fenomena ini diteliti oleh Moch Najib Yuliantoro dkk. dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Penelitian tersebut terbit dalam Jurnal Filsafat dengan judul Analisis Implementasi Keadilan Sosial Pancasila Pada Populasi Anak Penyandang HIV/AIDS di Yogyakarta pada 2019.

Penelitian dilatorbelakangi oleh data UNAIDS yang mencatat bahwa populasi penderita HIV/AIDS pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun mencapai 2,1 juta dari 36,7 juta populasi penderita penyakit tersebut.

Penderita HIV/AIDS pada anak usia di bahwa 19 tahun mencapai 6,5 persen dari dan penderita AIDS pada anak usia 4,6 persen.

Baca juga: Menikmati Kolaborasi Musik Gamelan dan Masa Kini ROAR GAMA 4.0