Sebagaimana diketahui, beberapa produk makanan dan minuman Indonesia di Spanyol, Belgia dan juga  beberapa wilayah Eropa lainnya disuplai oleh beberapa distributor makanan dan minuman yang berlokasi di Belanda.

Karena itu, menurut Dubes Wesaka Puja, Indonesia perlu lebih memerkenalkan makanan dan minuman, serta snack high end di Belanda. “Dan, untuk memperkenalkan produk high end dengan citarasa Indonesia itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pengusaha Indonesia. Tantangan itu makin berat, karena kita juga harus mampu menarik pasar generasi muda Belanda. Untuk itu, kita perlu terus berinovasi untuk mencapai tujuan itu.” ujar Duta Besar.

Keikutsertaan Indonesia pada Pameran Horecava 2018 mengindikasikan  minat pengusaha Indonesia  melakukan penetrasi ke pasar Belanda cukup besar [Foto ISTIMEWA]
Keikutsertaan Indonesia pada Pameran Horecava 2018 mengindikasikan minat pengusaha Indonesia melakukan penetrasi ke pasar Belanda cukup besar [Foto ISTIMEWA]
Setelah pameran Horecava 2018 diharapkan produk unggulan Indonesia yang dipamerkan, seperti exotic fruit, teh organik unggulan Indonesia dan produk lainnya, akan semakin banyak dijumpai di pasar Belanda dan wilayah Eropa lainnya. Melalui keikutsertaan Indonesia pada Horecava 2018, Duta Besar Wesaka Puja berharap adanya transaksi dagang yang cukup signifikan. Selain itu, Duta Besar juga berharap, permintaan pasar Belanda dan wilayah Eropa lainnya terhadap produk makanan dan minuman Indonesia semakin meningkat.

Pada periode Januari hingga September 2017, ekspor Indonesia ke Belanda untuk miscellenous food mencapai USD 8,4 juta, dengan trend peningkatan tiap tahunnya cukup positif,  yakni 39,8%. []

Sumber :

KBRI Den Haag