KAGAMA.CO, BEIJING  Indonesia dan Cina selama ini memiliki potensi investasi dan perdagangan yang sangat besar. Namun potensi ini terkendala oleh berbagai hal, salah satunya adalah informasi yang kurang memadai mengenai peraturan terkait investasi dan perdagangan di masing-masing negara.

Untuk mengatasi kendala-kendala itu, KBRI Beijing bekerja sama dengan Kemenko Maritim, BKPM, Kementerian Pariwisata, Inacham, serta sejumlah pihak yaitu Vmate App (Alibaba), CFLD, Kapal Api, Indofood, Papatonk, Mayora, Iflytek, Gezhouba menyelenggarakan “Indonesia-China Business Forum on Investment and Trade 2018” pada Rabu (26/09/2018) dengan tema “Doing Business with Wonderful Indonesia” bertempat di Hotel Four Seasons, Beijing.

Penandatanganan rencana kerja sama antara PT Tangshan Jin Hendong Bicycle Parts dengan PT Terang Dunia Internusa senilai 15 juta Dollar AS untuk membangun pabrik furniture baja di Indonesia.(Foto: KBRI Beijing)
Penandatanganan rencana kerja sama antara PT Tangshan Jin Hendong Bicycle Parts dengan PT Terang Dunia Internusa senilai 15 juta Dollar AS untuk membangun pabrik furniture baja di Indonesia.Foto: KBRI Beijing

Forum bertujuan membahas potensi investasi dan perdagangan, juga untuk mempertemukan partner bisnis yang sesuai bidang tersebut agar terjadi kerja sama yang konkret.

Forum Bisnis ini diharapkan dapat mempercepat dunia usaha dalam melakukan kerja sama kongkrit di antara kedua negara.

Forum Bisnis dihadiri oleh sekitar 200 pebisnis baik dari Indonesia maupun Cina, yang membahas mengenai investasi dan perdagangan di bidang infrastruktur dan pertambangan, ekonomi digital dan kreatif ekonomi, serta produk pertanian dan makanan minuman.