Kaya Akan Potensi, Kecamatan Berbah Perlu Bangun Masyarakat Sadar Wisata

63
Camat Kecamatan Berbah, Wildan Solichin, membahas tentang Kecamatan Berbah, Sleman yang sedang menuju tujuannya menjadi kecamatan yang Berbahagia, dengan menguatkan potensi wisatanya. Foto: Kinanthi
Camat Kecamatan Berbah, Wildan Solichin, membahas tentang Kecamatan Berbah, Sleman yang sedang menuju tujuannya menjadi kecamatan yang Berbahagia, dengan menguatkan potensi wisatanya. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pariwisata menjadi salah satu sektor yang menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakat di suatu daerah.

Kecamatan Berbah, Sleman sedang menuju tujuannya menjadi kecamatan yang Berbahagia, dengan menguatkan potensi wisatanya.

Hal ini dibahas lebih dalam oleh Camat Kecamatan Berbah, Wildan Solichin, SIP, MT, dan Ketua Departemen Geografi Pembangunan UGM Prof. Dr. M. Baiquni, M.A., dalam SDGS Seminar Series #46 tentang Potensi Pariwisata dan Dinamika Masyarakat Kecamatan Berbah, pada Selasa (29/10/2019), di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM.

Wildan mengatakan, saat ini wilayah Berbah ramai akan lalu lintas kendaraan, terutama di Jalan Wonosari-Prambanan dan Jalan Raya Solo-Yogyakarta, mengingat banyak orang menuju destinasi wisata menarik lewat dua jalan itu.

Meskipun ramai, tak ada tanda-tanda munculnya dampak ekonomi.

“Berbah cuma dapat crowded-nya saja. Nggak berpengaruh apa-apa ke ekonominya,” jelas Wildan.

Dia kemudian memaparkan data potensi rentan miskin di wilayah Berbah.

Baiquni (kiri) berpendapat bahwa keberhasilan sebuah wilayah akan potensi wisatanya tergantung jika ada orang yang mau menjadi pelopor. Foto: Kinanthi
Baiquni (kiri) berpendapat bahwa keberhasilan sebuah wilayah akan potensi wisatanya tergantung jika ada orang yang mau menjadi pelopor. Foto: Kinanthi

Baca juga: Lulusan Terbaik FIB, Nurmalia Bahas Tokoh-tokoh Perempuan dalam Kitab Mahabarata

Sempat naik di tahun 2016 dan 2017, potensi rentan miskin itu kemudian turun sampai 8 persen pada pertengahan 2019.

Wildan menemukan, ada beberapa potensi wisata di Berbah.

Misalnya Masjid Sulthoni Wotgaleh, yang di dekatnya juga ada makam Pangeran Purbaya atau Wotgaleh.

“Di masjid ini ada kegiatan yang melibatkan banyak warga yaitu membawa hasil bumi untuk dibagikan ke masyarakat di plataran masjid,” ujar Wildan.

Selain itu, ada mitos yang menyebutkan, jika ada pesawat yang melintas di makam tersebut, maka pesawatnya akan jatuh.

Berikutnya ada Candi Klodangan yang ditemukan pada abad ke 9.

Wildan menjelaskan, candi ini diduga kuat dulunya berfungsi sebagai tempat pemandian.

Baca juga: Buat Komposit Beton dari Sampah Plastik, Mahasiswa UGM Raih Medali Emas WINTEX 2019