Kata Toronata Tambun: Jadi Alumnus Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Harus Memiliki Pribadi yang Luwes

276
Menurut Founder and Director Aren Energy Investment, Toronata Tambun, berbisnis bidang clean technology (clean tech) menjadi jalan karier yang sejalur dengan pengalaman mereka selama kuliah. Foto: Ist
Menurut Founder and Director Aren Energy Investment, Toronata Tambun, berbisnis bidang clean technology (clean tech) menjadi jalan karier yang sejalur dengan pengalaman mereka selama kuliah. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Startup di Indonesia rata-rata bersifat short term oriented.

Artinya, para founder dan CEO memiliki harapan besar bahwa dalam waktu 1-2 tahun bisa menjangkau pasar dan mendulang keuntungan besar.

Menurut Founder and Director Aren Energy Investment, Toronata Tambun, membangun startup sejatinya membutuhkan waktu lebih lama dari 2 tahun.

Di sisi lain, kata dia, walau belum lama berdiri banyak CEO yang sudah berani meningkatkan gaya hidup.

Dia kemudian membabar pengalamannya saat menempuh pendidikan tinggi di bidang bisnis dan manejemen di luar negeri.

Baca juga: Cerita dari Anak-anak yang Menghadapi Pandemi Covid-19

“Sekolah saya justru mengajarkan bahwa seorang pengusaha tidak boleh punya keinginan untuk kaya. Jadi entrepreneur itu luar biasa susahnya,” ujar alumnus Teknik Nuklir UGM angkatan 1989.

Pengalamannya itu Toro babar dalam acara seminar Tantangan Penerapan Clean Energy di Indonesia, yang digelar pada Selasa (28/7/2020) secara daring oleh Keluarga Alumni Teknik Fisika dan Teknik Nuklir UGM.

Menurut Toro, seorang entrepreneur harus tahan banting, berpikir maju, dan tidak mudah tersinggung.

Bagi alumnus Teknik Nuklir dan Teknik Fisika yang ingin menekuni dunia usaha, berbisnis bidang clean technology (clean tech) menjadi jalan karier yang sejalur dengan pengalaman mereka selama kuliah.

Dikatakan oleh Toro, membangun startup clean tech tak mudah.

Baca juga: Tetap Bugar Selama Pandemi, Begini Tips Berolahraga di Dalam Rumah dari Pakar Kesehatan UGM