Kata Puthut EA, Dunia Kepenulisan Itu Menegangkan

200
Alumnus Fakultas Filsafat UGM, Puthut EA, berbagi kisah mengenai keputusannya terjun ke dunia kepenulisan. Foto: idwriters.com
Alumnus Fakultas Filsafat UGM, Puthut EA, berbagi kisah mengenai keputusannya terjun ke dunia kepenulisan. Foto: idwriters.com

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Siapa yang tidak kenal dengan Puthut EA, sosok Kepala Suku Mojok? Sejak enam tahun belakangan, namanya mencuat ke jagat negeri.

Terutama sejak dirinya membangun situs Mojok dan membanjirinya dengan tulisan unik nan menarik.

Alumnus Fakultas Filsafat UGM ini memang sudah gemar menggoreskan pena ke lembaran kertas sejak masih SMP.

Karya-karyanya berupa geguritan (puisi dalam bahasa Jawa) kerap terpampang di Majalah Panjebar Semangat dan Jayabaya.

Namun, Puthut mengakui bahwa keseriusaannya menggeluti dunia kepenulisan awalnya karena ‘terpaksa’.

Baca juga: Dirjen KSDAE Alumnus UGM Sebut Cara Selamatkan Keragaman Hayati Pasca The New Normal

Hal itu diutarakannya dalam bedah buku Menjadi Penulis yang diadakan Komunitas Warung Sastra dalam Discord, belum lama ini.

Menjelang penyematan gelar sarjana, Puthut sadar bahwa IPK-nya (Indeks Prestasi Kumulatif) tidak bagus.

Karena itu, jalan alternatif merintis karier adalah menjadi seorang penulis.

Meski begitu, Puthut terang-terangan mengaku bahwa pekerjaan sebagai penulis tidak terlalu cocok dengan latar belakangnya sebagai alumnus Filsafat UGM.

“Kalau disiplin logikanya iya. Pengalaman-pengalaman selama jadi mahasiswa justru yang bisa ditulis,” ucap pria bernama lengkap Puthut Eko Arianto ini.

Baca juga: Kepala BAPETAN Ini Gandrung dengan Teknologi Sejak Masih Remaja