Kata Para Sahabat tentang Almarhumah Esti, Sesepuh KAGAMA Balikpapan yang Tegas dan Welas Asih

311

Baca juga: Solusi Gubernur Rohidin untuk Minimkan Kontak Fisik dalam Transaksi

Kata Sita, beberapa kali diajaknya para pegawainya untuk wisata dengan semua biaya yang ditanggung penuh olehnya.

“Sepeninggal suaminya, mbak Esti yang tadinya tinggal sendiri di rumah pribadinya akhirnya lebih sering menghabiskan waktu di luar jam kerjanya di rumah kami, berinteraksi dengan kami sekeluarga.”

“Sungguh suatu ikatan yang lebih kental daripada darah. Mungkin ini yang disebut sedulur sinara wedi. Anak-anak bebas bercerita pada budhe kesayangannya, sebaliknya budhenya memanjakan mereka dengan perhatian, limpahan kasih sayang dan tentunya hadiah-hadiah kecil,” ungkap Sita.

Sita bertutur, beberapa tahun terakhir kesehatan Esti mulai menurun.

Kondisinya tersebut kadang mengharuskan Esti keluar dan masuk rumah sakit di Balikpapan maupun Jakarta.

Baca juga: Amerika Latin, Catatan Perjalanan II

Sita mengungkapkan, kali ini Esti tak pernah keluar rumah sakit dengan sehat.

Kemudian tibalah pada 4 Agustus 2020, Esti menghembuskan nafas terakhirnya.

“Kami memutuskan untuk mengambil penerbangan sore ke Jakarta, sayangnya Allah SWT lebih sayang padanya.”

“Dilepaskannya almarhumah dari penderitaan dan rasa sakitnya sebelum kami menjejakkan kaki di Jakarta bahkan ketika anak sulungnya masih di udara dalam perjalanannya dari Fukuoka, Jepang,” ujarnya.

Walaupun sudah tiada, Sita akan selalu mengenang sosok sahabatnya itu, terutama senyuman almarhum yang senantiasa menenangkan.

Baca juga: Sinergi KABIOGAMA-Fakultas Biologi UGM Bagikan Paket Sembako dan Daging Kurban ke Masyarakat