Kata Pakar UGM Soal Kemungkinan Terjadinya Perang Dunia III

275
AS sudah tidak ada lagi nafsu lagi untuk melakukan peperangan di Timur Tengah. (ka-ki: Yunizar Adiputera, MA, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro). Foto: Kinanthi
AS sudah tidak ada lagi nafsu lagi untuk melakukan peperangan di Timur Tengah. (ka-ki: Yunizar Adiputera, MA, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro). Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Eskalasi konflik AS-Iran makin memanas setelah terbunuhnya Mayor Jenderal Qassem Soleimani oleh serangan udara Amerika Serikat (AS).

Kemudian tindakan itu dibalas oleh Iran dengan meluncurkan serangan missiles ke beberapa markas AS di Irak.

Banyak pertanyaan mengenai keterkaitan antara konflik AS-Iran dengan kemungkinan terjadinya Perang Dunia (PD) ke III.

Menurut Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, Dr. Nur Rachmat Yuliantoro, kecurigaan tersebut dinilai berlebihan.

“Situasi dunia internasional saat ini agak menyulitkan jika ada perang dalam skala besar,” ujar Rachmat dalam jumpa pers di Institute of International Studies (IIS), FISIPOL UGM, pada Selasa (14/01/2020).

Memang AS dan Iran adalah dua negara yang sama-sama memiliki kekuatan nuklir.

Jika di antara keduanya ada mutually assured destruction (dalam ilmu HI artinya kepastian saling menghancurkan), berperang dengan kekuatan nuklir, maka yang terjadi adalah kerusakan skala besar.

Baca juga: Antisipasi Banjir di Jawa Tengah, Ganjar Luncurkan Tim Jaga Kali

Di samping itu, perang bagi Rachmat pastinya bukan sesuatu yang mendatangkan kesejahteraan.

Dirinya percaya bahwa AS tidak akan melibatkan diri dalam perang berskala besar dengan Iran.

Sebab ada berbagai persoalan yang pastinya membuat AS berpikir ulang untuk terlibat perang, terutama persoalan ekonomi domestik.

Masalah ekonomi domestik akibat perang di Afghanistan dan Irak saja, sudah sedemikian besar dampaknya.

“Sehingga Saya tidak melihat AS siap kehilangan banyak uang karena perang. Dan itu terbaca dari berbagai media yang memberitakan serangan Iran kepada basis militer AS,” ujar Rachmat.

Masih perlu ditelusuri lebih jauh kejelasan latar belakang mengapa perang tidak dilakukan.

Namun, banyaknya faktor-faktor politik domestik maupun internasional di baliknya, mengindikasikan perang tidak akan terjadi.

Baca juga: Seberapa Ampuh Pasta Gigi Herbal Mampu Membasmi Bau Mulut Tak Sedap?