Kata Dirut Kimia Farma tentang Peluang dan Tantangan Apoteker di Masa Depan

132
Direktur Utama PT Kimia Farma, Drs. Apt. Verdi Budidarmo, menyampaikan pandangannya tentang peluang dan tantangan apoteker di era revolusi industri 4.0. Foto: KAGAMA
Direktur Utama PT Kimia Farma, Drs. Apt. Verdi Budidarmo, menyampaikan pandangannya tentang peluang dan tantangan apoteker di era revolusi industri 4.0. Foto: KAGAMA

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Ada beberapa indikator untuk mencapai national health security, yang nantinya mendukung terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045.

Antara lain ketersediaan dan keterjangkauan kualitas produk dalam pelayanan kesehatan, serta kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Kimia Farma, Drs. Apt. Verdi Budidarmo dalam acara Rapat Senat Terbuka Dies Natalis Fakultas Farmasi UGM ke-74, yang digelar pada Selasa (29/9/2020) secara daring.

Verdi memandang, seluruh insentif industri health care sangat diperlukan dalam pengejewantahan sustainable health care melalui pengembangan N2N health care industry.

Sehingga dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan produk yang nantinya berimplikasi pada pengurangan ketergantungan pada produk impor.

Baca juga: Bangun Pusat Pelatihan Agribisnis, Bupati Petrus Kasihiw Siap Buat Teluk Bintuni Jadi Sentra Kopi

“Pengembangan bahan baku obat dan penguatan bisnis dalam rantai nilai dapat dijadikan inisiatif strategis,” terangnya.

Selain sinergi antar pihak yang bersangkutan, kata Verdi, industri farmasi Indonesia perlu melakukan optimasi biaya profitabilitas dan peningkatan kapabilitas.

Kemudian melakukan stimulasi dan inovasi terhadap layanan kesehatan untuk mendukung ketersediaan dan keterjangkauan produk, serta layanan yang berkualitas tinggi.

Perusahaan farmasi saat ini juga mencari cara meningkatkan efisiensi dan mempertahankan margin.

Bersamaan dengan itu pula muncul penemuan terapi baru. Kata Verdi, pemahaman ilmiah memungkinkan obat menjadi lebih tepat dan sesuai untuk individu.”

Baca juga: ‘Murtad’ dari Ilmu Komputer, Pemuda Ini Rasakan Perubahan Softskill Berkat Magister Manajemen UGM