Kata Alumnus: Ilmu Biologi Punya Peran Penting dalam Pembuatan Kebijakan Pembangunan

56
Alumnus Fakultas Biologi UGM angkatan 1993, Drs. Abdul Hakam Naja berharap, Fakultas Biologi UGM mulai memiliki sensitifitas dengan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan publik. Foto: Dok Pri
Alumnus Fakultas Biologi UGM angkatan 1993, Drs. Abdul Hakam Naja berharap, Fakultas Biologi UGM mulai memiliki sensitifitas dengan hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan publik. Foto: Dok Pri

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Dengan belajar ilmu biologi, maka seseorang bisa memahami manusia lebih dalam, sehingga kita mudah berkomunikasi, serta konstituen terhadap masyarakat maupun kepada pengambil kebijakan.

Demikian yang disampaikan oleh pengamat politik Drs. Abdul Hakam Naja, MM, dalam acara BioTalks bertajuk Peran dan Kontribusi Biopolitik dalam Pengelolaan Sumber Daya Hayati.

Acara ini digelar oleh Fakultas Biologi UGM beberapa waktu lalu secara daring.

“Semua proses politik melibatkan manusia, tujuan pembangunan juga manusia. Maka jika kita mempelajari ilmu kehidupan dari biologi, tentu ini akan menjadi modal yang besar.”

“Tidak banyak orang yang mempelajari biopolitik, maka saya perlu membuka khasanah ini,” ungkap alumnus Fakultas Biologi UGM angkatan 1993 itu.

Baca juga: Preman Bisa Jadi Key Person Penegakan Protokol Kesehatan di Pasar

Mengutip pendapat dari Peterson dan Somit, Hakam mengatakan, biopolitik secara garis besar merupakan penerapan prinsip, teori, dan temuan biologi untuk menjelaskan perilaku politik dan lembaga-lembaga politik.

“Dari buku yang ditulis oleh Peterson dan Sommit, pelembagaan keterkaitan antara biologi dan politik dilakukan oleh The International Political Science Association.”

“Pelembagaan ini diakui secara resmi bahwa biologi dan politik sebagai suatu area kajian ilmiah dengan statusnya sebagai suatu komite riset tahun 1972,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI itu.

Begitu juga dengan pendapat yang dikemukakan oleh Presiden AS, Woodrow Wilsen.

Dijelaskan oleh Hakam, Woodrow menyebut pemerintahan bukan suatu perangkat mesin, tetapi suatu kesatuan makhluk hidup.

Baca juga: Berkat Jalur Penerbangan, Bupati Willem Wandik Akui Harga Barang di Puncak Bisa Turun