Kata Alumnus: Ilmu Biologi Penting untuk Menyelesaikan Berbagai Persoalan Pembangunan

59
Pengamat politik alumnus UGM, Agus Sumartono menyebut, dalam konteks lingkungan, ilmu biologi menjadi penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan hari ini. Foto: PKS Yogyakarta
Pengamat politik alumnus UGM, Agus Sumartono menyebut, dalam konteks lingkungan, ilmu biologi menjadi penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan hari ini. Foto: PKS Yogyakarta

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Sumber daya alam yang dimanfaatkan untuk melakukan pembangunan berkelanjutan, selayaknya tetap dijaga kuantitasnya agar tidak cepat habis.

Pengamat politik alumnus Fakultas Biologi UGM, Agus Sumartono mengatakan bahwa sumber daya alam tersebut harus dilestarikan supaya bisa dimanfaatkan juga oleh generasi masa depan.

“Bagaimana pun juga pembangunan berkelanjutan itu butuh optimalisasi sumber daya. Perlu diketahui sumber daya itu terbatas dan bisa habis sewaktu-waktu.”

“Kita mengupayakan pembangunan tetap berlanjut di samping menjaga ketersediaan sumber daya bisa dimanfaatkan sampai masa mendatang. Ini prinsip dari Suistainable Development Goals (SDGs).”

Hal tersebut Agus sampaikan dalam acara BioTalks 6 bertajuk Peran dan Kontribusi Biopolitik dalam Pengelolaan Sumber Daya Hayati, yang digelar oleh Fakultas Biologi UGM beberapa waktu lalu secara daring.

Baca juga: Pelajaran Berharga yang Diperoleh Suwarni dari Fakultas Kehutanan UGM

Menurut Agus, menjalankan tata kelola pemerintahan tidak hanya bisa dengan satu perspektif.

Untuk itu, dalam konteks lingkungan, ilmu biologi menjadi penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan hari ini.

Mengutip KTT Bumi 1992, Agus menyampaikan bahwa terdapat dua fokus pembangunan berkelanjutan.

Yakni mengedepankan kesejahteraan dan kebutuhan atas kaum miskin, serta membatasi eksploitasi untuk kepentingan generasi yang akan datang.

Sementara berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, Agus menjelaskan, dalam pembangunan berkelanjutan pemerintah harus mencegah adanya pemborosan pemanfaatan sumber daya alam.

Baca juga: Rika Fatimah: Hikmah Pandemi Covid-19 Telah Terbaca dalam Gerakan G2R Tetrapreneur