Kata Alumnus: Bisnis Perawatan Luka Miliki Prospek Menjanjikan

64
Di tengah pandemi, Alumnus Ilmu Keperawatan UGM ini justru membuka klinik perawatan luka. Foto: Ist
Di tengah pandemi, Alumnus Ilmu Keperawatan UGM ini justru membuka klinik perawatan luka. Foto: Ist

KAGAMA.CO. BULAKSUMUR – Pandemi Covid-19 tidak selamanya dianggap sebagai musibah oleh Agiel Ruri Saputra, S,Kep., Ns.

Alumnus Ilmu Keperawatan UGM ini justru berusaha memanfaatkan peluang yang ada dalam situasi sulit tersebut.

Agiel memilih membuka klinik perawatan luka di tempat tinggalnya, yaitu di Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.

Perjalanannya membuka bisnis di masa pandemi ini Agiel babarkan dalam acara Alumni Berbagi yang digelar oleh Alumni FK-KMK UGM beberapa waktu lalu secara daring.

“Alasan kuat bagi saya mengambil fokus bisnis ini karena perawatan luka itu bisa dikredit sesuai dengan keinginan dan kemampuan, terutama sesuai kebutuhan dan levelnya. Selain itu, perawatan luka memiliki peluang besar.”

Baca juga: Dirjen Wikan Siapkan SDM yang Inovatif dan Berkarakter di Papua-Papua Barat

“Di lingkungan saya, penderita diabetes melitus dengan luka jumlahnya sangat besar, yang selama ini ditangani oleh puskesmas, rumah sakit, atau klinik,” ujar Certified Wound Care Clinician Associate ini.

Agiel mengaku bukan orang yang suka diatur. Sudah sejak lama dia bercita-cita mengembangkan bisnis yang dimiliki sendiri, sehingga segalanya bisa dijalankan sesuai keinginannya.

Sebelum resmi membuka bisnis, Agiel lebih dulu melakukan penelusuran terkait jumlah penderita diabetes melitus di tingkat kecamatan. Ternyata jumlanya mencapai 800 lebih.

Untuk melegalisasi kemampuannya, Agiel mengikuti pelatihan perawatan luka WOCARE yang digelar oleh Jogja Nursing Center (JNC), terutama Certified Wound Care Clinician Associate (CWCCA).

Melalui pelatihan ini, Agiel mempelajari perawatan luka dasar dan cara melakukan modern dressing.

Baca juga: Founder G2RT Tegaskan Desa adalah Tuan Rumah bagi Investor