BULAKSUMUR, KAGAMA. Keluarga Alumni Resimen Mahasiswa UGM (KAMENWAGAMA) mengadakan kegiatan aksi tanam pohon. Kegiatan yang diprakarsai KAMENWAGAMA dan Menwa UGM serta didukung Kementerian Lingkungan Hidup, BPDA SHL Opak Progo, BKSDA Yogyakarta, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Perum Perhutani, dan Universitas Gadjah Mada telah dilaksanakan pada Sabtu (17/12/2016) di TNGM Blok Jurangjero, Argosuko, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Ir Siti Nurbaya Bakar, MSc mengungkapkan, pemerintah  memiliki program dan tantangan besar dalam hal penanaman pohon. Menurutnya, menanam pohon menjadi bagian penting dari merawat alam. Karena itu, Siti sangat mendukung jika kawasan Merapi akan dijadikan pusat keunggulan di bidang vulkanologi dunia.

201

“Saya sangat menghargai inisiatif Keluarga Alumni Resimen Mahasiswa UGM yang memprakarsai kegiatan ini. Ini sebagai upaya nyata alumni Menwa UGM  menyelamatkan lingkungan melalui aksi menanam pohon,” tuturnya dalam sambutan.

Sementara itu,  Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof Dr Suratman, mengatakan aksi tanam pohon oleh civitas akademika UGM sudah dilakukan sejak 1971 bersamaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Ia  juga menyampaikan harapannya melalui aksi tanam pohon  dapat mewujudkan lereng Merapi sebagai bentuk persembahan alam untuk pendidikan global.

202

“Nantinya,  Merapi diharapkan menjadi laboratorium pembelajaran bagi para peneliti gunung api dunia,” tambahnya.

Dr Ir Budi Widodo, MP, selaku Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan yang juga anggota KAMENWAGAMA dalam rilisnya, Jumat (20/1/2017) menyampaikan, kegiatan aksi tanam empat ribu pohon  diprakarsai KAMENWAGAMA dan Menwa UGM serta didukung Kementerian LH, BPDA SHL Opak Progo, BKSDA Yogyakarta, TNGM, Perum Perhutani, dan Universitas Gadjah Mada.

“Ada empat ribu bibit pohon endemik yang ditanam, diaantaranya  berasan, trembelu, randu alas, nogosari dan lainnya,” ujarnya.

Ketua KAMENWAGAMA, Ir  Budi Setyono, MM, yang kerap disapa Udhiek, turut hadir dan mengawal proses adopsi pohon yang berlangsung dalam kegiatan tersebut. Adopsi pohon merupakan partisipasi pemangku kepentingan untuk berperan aktif ikut melestarikan lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di dalam kawasan hutan.

203

“Kamenwagama telah menyusun skema adopsi pohon menggunakan dukungan program Geografic Information System (GPS) di mana para peserta adopsi dapat mengakses data perkembangan pohon yang diadopsi melalui perangkat gadget,” ungkapnya.

Melalui program adopsi pohon terkumpul uang sejumlah Rp. 212.000.000,00 dengan jumlah adopsi sebanyak 1.700 pohon.  “Uang yang diperoleh dari hasil adopsi pohon akan digunakan sebagai biaya tanam pohon hingga perawatan selama  dua tahun,” terang Udhiek. (prvcugm/rts)