KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Kesejahteraan ibu bekerja yang memiliki anak usia prasekolah kurang mendapatkan perhatian, termasuk dalam kajian ilmiah. Penelitian terkait kesejahteraan ibu bekerja masih minim. Sebagian besar penelitian mengacu pada konsep dan aspek kesejahteraan subjektif yang berasal dari negara-negara Barat.

Pimpinan Lembaga Pelangi Indonesia, Yeni Triwahyuningsih berinisiatif melakukan penelitian kesejahteraan ibu bekerja. Ia pun berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Model Kesejahteraan Subjektif Pada Ibu Bekerja Yang memiliki Anak Usia Prasekolah”.

“Masih sedikit konsep kesejahteraan dan aspek-aspek kesejahteraan subjektif yang dieksplorasi dari negara Timur, termasuk Indonesia,” jelas Yeni yang meraih gelar doktor dari UGM usai menjalani ujian terbuka program doktor Ilmu Psikologi di Fakultas Psikologi UGM, Jumat (29/12/2017).

Menurut Yeni, konsep kesejahteraan subjektif dari negara Barat maupun Timur sangat dipengaruhi latar belakang budaya masing-masing. Budaya Barat yang individualistik akan berbeda dengan budaya Timur yang kolektivistik sehingga akan berdampak pada konsep kesejahteraan subjektif.

Melalui penelitian yang dilakukan pada ibu bekerja dengan anak usia prasekolah di Kabupaten Sleman, DIY diharapkan dapat memberikan gambaran model kesejahteraan subjektif yang memiliki anak usia prasekolah di Indonesia. Hasilnya, diketahui model kesejahteraan subjektif secara langsung dipengaruhi optimisme, harga diri (self esteem), dan dukungan sosial orangtua.

Self esteem memiliki pengaruh terbesar pada kesejahteraan subjektif,” ungkapnya.

Temuan lain menunjukkan bahwa optimisme berpengaruh terhadap kesejahteraan subjektif. Selain itu juga, optimisme juga berfungsi sebagai mediator rasa syukur terhadap kesejahteraan subjektif.

Sumber :

Bagian Humas dan Protokol UGM