Kahyangan Api, Tempat Raja Kedua Majapahit Menemukan Lima Potensi Kemakmuran

56
Dosen UNY alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum, baru-baru ini menelusuri situs bersejarah yang berkaitan erat dengan Kerajaan majapahit, Kahyangan Api. Foto: Ist
Dosen UNY alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum, baru-baru ini menelusuri situs bersejarah yang berkaitan erat dengan Kerajaan majapahit, Kahyangan Api. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BOJONEGORO – Rabu (16/9/2020), Ketua LOKANTARA (Lembaga Olah Kajian Nusantara), Dr. Purwadi, M. Hum melakukan survei di daerah Bedander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Purwadi tengah meninjau situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit, Kahyangan Api.

Dalam survei ini, Purwadi ditemani oleh lima orang: KRT Sukoco Madunagoro, Nyi Behi Indarti Puspodiprojo, Nyi Behi Sunarmi Sekar Rukmi, KRT Purwadi Sosronagoro, KRT Wasito Hadiprojo.

Kata Purwadi, mereke tergabung dalam PAKASA (Paguyuban Kawula Karaton Surakarta Hadiningrat) cabang Nganjuk.

“Letak Kahyangan Api berada di sebelah utara Gunung Renteng sebagai tanggul Bengawan Solo bagian selatan,” kata Purwadi kepada Kagama.

Dosen UNY alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum, baru-baru ini menelusuri situs bersejarah yang berkaitan erat dengan Kerajaan majapahit, Kahyangan Api. Foto: Ist
Dosen UNY alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum, baru-baru ini menelusuri situs bersejarah yang berkaitan erat dengan Kerajaan majapahit, Kahyangan Api. Foto: Ist

Baca juga: Bisa Gantikan Energi Fosil, Begini Peluang dan Tantangan Riset Pengembangan Bahan Bakar Nabati

“Tanggul sebelah utara difungsikan untuk Gunung Kendheng. Sepanjang jalan pohon jati ditanam rapi. Jalan menuju lokasi tertata halus mulus. Kualitas jalan cor melancarkan sistem transportasi.”

“Segala arah bisa dilalui dengan jenis kendaraan umum. Gunung Pandan dari kejauhan tampak seolah olah memimpin lingkungan pegunungan.”

“Perjalanan dari kota Nganjuk sampai Kayangan Api sekitar 1 jam, dengan jarak 50 KM. Pemandangan begitu indah menawan,” jelasnya.

Sesampainya di lokasi, Purwadi terkesima dengan Kahyangan Api. Menurutnya, situs ini mirip dengan Kahyangan Hargo Dumilah, yang dipimpin Batahara Yamadipati dalam bahasa pedalangan.

Bayangan tentang masa lalu tentang Kerajaan Majapahit pun tergambar jelas dalam benak Purwadi.

Dosen UNY alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum, baru-baru ini menelusuri situs bersejarah yang berkaitan erat dengan Kerajaan majapahit, Kahyangan Api. Foto: Ist
Dosen UNY alumnus UGM, Dr. Purwadi, M.Hum, baru-baru ini menelusuri situs bersejarah yang berkaitan erat dengan Kerajaan majapahit, Kahyangan Api. Foto: Ist

Baca juga: Bisa Timbulkan Penyakit, Begini Cara Menangani Limbah Budidaya Ikan