KAGAMA Sumsel Rayakan HUT UGM-KAGAMA dengan Bakti Sosial di Lapas dan Pesantren

45
Ketua KAGAMA Sumsel, Joko Siswanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah yang selalu mengutamakan protokol kesehatan, berbagi kebahagiaan, serta silaturahmi. Foto: KAGAMA Sumsel
Ketua KAGAMA Sumsel, Joko Siswanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah yang selalu mengutamakan protokol kesehatan, berbagi kebahagiaan, serta silaturahmi. Foto: KAGAMA Sumsel

KAGAMA.CO, PALEMBANG – KAGAMA Sumsel menggelar acara bakti sosial di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Pondok Pesantren di kawasan Air Batu Banyuasin, Palembang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Dies Natalis ke-71 UGM dan KAGAMA ke-62 Tahun 2020.

Kegiatan bertajuk ‘KAGAMA Sumsel Peduli Ibu dan Anak’ ini dilaksanakan di tiga tempat yakni Lapas Anak (19/12), Lapas perempuan (22/12) dan terakhir di satu pondok pesantren yang berada di Air Batu Banyuasin.

Ketua KAGAMA Sumsel, Joko Siswanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah yang selalu mengutamakan protokol kesehatan, berbagi kebahagiaan, serta silaturahmi.

Apalagi, kata Joko, selama ini pihaknya belum pernah berhubungan dengan Lembaga Pembinaan terutama dengan Lembaga Permasyarakatan.

Ketua KAGAMA Sumsel, Joko Siswanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah yang selalu mengutamakan protokol kesehatan, berbagi kebahagiaan, serta silaturahmi. Foto: KAGAMA Sumsel
Ketua KAGAMA Sumsel, Joko Siswanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung program pemerintah yang selalu mengutamakan protokol kesehatan, berbagi kebahagiaan, serta silaturahmi. Foto: KAGAMA Sumsel

Baca juga: Pemerintah Dorong Pengembangan Kawasan Industri Kendal sebagai Super Koridor Jawa Utara

”Silaturahmi yang pertama ini semoga bisa berlanjut dengan program yang lain, karena di KAGAMA Sumsel semua disiplin ilmu ada. Apalagi KAGAMA Sumsel jumlah anggotanya lebih dari 1000 anggota,” ujar alumnus Ilmu Pemerintahan UGM angkatan 1983 ini kepada Kagama.

Joko menyebut, pihaknya berencana membuat agenda rutin untuk kerja sama berupa pembinaan kepada anak-anak dan perempuan.

Tujuannya, begitu mereka keluar dari lapas, mereka sudah mempunyai bekal imu dan skil.

Hal ini agar mereka tidak terpengaruh lagi dengan hal-hal negatif di lingkungan pergaulan mereka.

”Mereka banyak juga dibekali ilmu pelatihan dan pembinaan. Tentunya harapan kami ke depan jumlah napi anak dan perempuan ini tidak bertambah, malahan harus berkurang.”

Baca juga: Beragam Inovasi Ganjar Pranowo yang Membuat Jateng Diganjar Juara 1 Provinsi Terinovatif 2020