Meski waktu terbatas, presentasi ini masih sempat ditanggapi oleh Mardiansyah,alumnus Fakultas Kehutanan angkatan 1998, akademisi UNRI dan Ade, alumnus Fakultas Teknik 1994, GM Riau Pos. Mardiansyah menyarankan agar kegiatan ini lebih banyak melibatkan ahli-ahli konservasi hutan yang tergabung dalam Kagamahut Riau, sebab banyak aspek yang harus diperhatikan, misalnya status lahan yang digunakan.

Diskusi dan Halal bi Halal dihelat Kagama Riau sebagai media silaturahim antara pengurus dan anggota Kagama Riau [Foto ISTIMEWA]
Diskusi dan Halal bi Halal dihelat Kagama Riau sebagai media silaturahim antara pengurus dan anggota Kagama Riau [Foto ISTIMEWA]
Sedangkan  Ade menyarankan agar kegiatan yang sangat bagus ini dapat dipublikasikan dengan baik. Riau Pos siap memfasilitasi, baik untuk pemberitaan maupun diskusi tiga bulanan di Kantor Riau Pos. “Persoalan listrik sangat krusial, bahkan beberapa perumahan dan apartemen harus menggunakan genset sendiri. Ini bukti adanya krisis listrik di Propinsi Riau,” katanya.

Dalam diskusi  juga muncul beberapa ide, seperti menghidupkan kembali iuran anggota KR, sebagai sumber dana kegiatan, terutama untuk kegiatan-kegiatan sosial.

Agenda penting dari KR lainnya yang sempat didiskusilan di awal adalah kegiatan Kagama Riau Berkurban yang telah diinisiasi sebelumnya oleh Yasir, alumnus Fakultas Pertanian angkatan 2002. Dalam penjelesannya, Yasir memberikan kesempatan kepada anggota KR yang ingin bergabung dan hasilnya pada kesempatan ini berhasil digenapkan tiga ekor sapi Kurban, yang rencananya akan didistribusikan ke tiga lokasi, yakni di Kabupaten Kepulauan Meranti, Muara Fajar Pekanbaru, dan Rimbang Baling Kampar.