KAGAMA Dorong UMKM dan Pelaku Bisnis Lampung Kembangkan Usaha Lewat Digital Marketing

165
PP KAGAMA mendorong UMKM dan pelaku bisnis untuk mengembangkan potensi pasar melalui brand yang dimiliki, mendorong UMKM dan pelaku bisnis lebih kreatif, serta inovatif dalam mengembangkan usaha melalui digital marketing. Foto: KAGAMA
PP KAGAMA mendorong UMKM dan pelaku bisnis untuk mengembangkan potensi pasar melalui brand yang dimiliki, mendorong UMKM dan pelaku bisnis lebih kreatif, serta inovatif dalam mengembangkan usaha melalui digital marketing. Foto: KAGAMA

KAGAMA.CO, LAMPUNG – Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP KAGAMA) akan menyelenggarakan program KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) dengan tema Smart Branding Untuk UMKM: Kiat Mengelola Brand dengan Media Sosial.

“KAGAMA Inkubasi Bisnis merupakan program rutin PP KAGAMA yang bertujuan meningkatkan kompetensi alumni UGM khususnya dalam aspek pengetahuan dan keterampilan bisnis,” ujar Wakil Sekjend PP KAGAMA, Hasannudin M. Kholil saat dihubungi Kagama.

Acara yang bekerja sama dengan Bank Indonesia dan KAGAMA Lampung ini bakal diselanggarakan pada Sabtu (29/02/2020) di Ruang Pertemuan Kantor BI Lampung.

Untuk diketahui, KIB telah diselenggarakan sebanyak tujuh kali dengan berbagai topik bisnis praktis seperti trading saham, start-up business, HAKI, NLP, dan digital marketing.

“KAGAMA Inkubasi Bisnis seri VIII ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan akan pentingnya brand di kalangan UMKM dan Pelaku Bisnis di Lampung,” kata Hasan.

Akan hadir sebagai pembicara utama, Chief Executive MarkPlus Institute of Marketing (MIM), Yuswohady.

Kemudian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan.

PP KAGAMA mendorong UMKM dan pelaku bisnis untuk mengembangkan potensi pasar melalui brand yang dimiliki, mendorong UMKM dan pelaku bisnis lebih kreatif, serta inovatif dalam mengembangkan usaha melalui digital marketing. Foto: KAGAMA
PP KAGAMA mendorong UMKM dan pelaku bisnis untuk mengembangkan potensi pasar melalui brand yang dimiliki, mendorong UMKM dan pelaku bisnis lebih kreatif, serta inovatif dalam mengembangkan usaha melalui digital marketing. Foto: KAGAMA

Baca juga: Jagongan Perdana KAGAMA Canberra: Dibuka dengan Stunting, Ditutup dengan Nasi Brongkos

Merujuk pada data BPS 2019, jumlah penduduk di Lampung mencapai 8.447 juta jiwa dan lebih dari 50% adalah pemakai sosial media dan pengguna internet.

Sementara menurut Sensus Ekonomi BPS, 2016 jumlah UMKM di Lampung sebanyak 770 ribu unit usaha atau mencapai 99,17% dari usaha non-pertanian.

Sebagaimana dikutip BOC Indonesia, 2019, internet dan sosial media saat ini menjadi bagian dari kehidupan di semua kalangan.

Aktivitas masyarakat dalam ber-internet dan bersosial media selam lebih dari 8 jam per harinya.

“Di samping cepatnya akses internet, muncul pula banyaknya platform media sosial, serta meningkat dan berkembangnya dunia e-commerce,” ujar Hasan.

Hasan menyebut, pola hidup masyarakat dewasa ini berubah, terutama dalam melakukan pembelian barang.

Masyarakat kini menggunakan internet dan sosial media, sebagai alat untuk mencari referensi sebelum membeli.

Baca juga:Jalin Kerja Sama dengan SV UGM, Kulon Progo Siap Jadi The Real Jewel of Java