KAGAMA.CO, JAKARTA – Tak hanya melakukan aksi menyemprotkan mikroba ke Kali Item, KAGAMA DKI bersama Pemerintah Daerah DKI Jakarta menggelar kegiatan bimbingan teknis kepada para pengrajin tempe di wilayah Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (5/8/2018).

Lewat kegiatan ini diharapkan para pengerajin tempe dapat mengelola limbah domestik mereka dengan benar sehingga tidak menyebabkan pencemaran dan polusi bau.

“Kami mendatangi tempat pengrajin tempe di Rukun Warga (RW) 3. Kami memberikan bimbingan agar limbah yang dibuang sudah ramah lingkungan yaitu dengan menyemprotkan cairan mikroba ke tempat pembuangan,” ujar Ketua KAGAMA DKI Meinarwati.

KAGAMA DKI membimbing pengerajin tempe agar bisa mengelola limbah domestik mereka dengan benar. Foto : KAGAMA DKI
KAGAMA DKI membimbing pengerajin tempe agar bisa mengelola limbah domestik mereka dengan benar. Foto : KAGAMA DKI

“Kami memberikan bimbingan berapa volume cairan mikroba serta berapa air yang harus ditambahkan. Kami juga memberikan 1 liter cairan mikroba dan alat semprot nya,” ungkap Meinar.

Dalam kegiatan tersebut, KAGAMA DKI mendatangi lima rumah. Namun, karena banyaknya jumlah pengrajin tempe, di RW 3 ada 118 orang dan di RW 2 ada 30 orang, maka acara dilanjutkan dengan penjelasan di aula Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Selain penjelasan, para pengerajin tempe juga diberikan cairan mikroba masing-masing satu liter.

Lewat kegiatan bimbingan yang juga dihadiri oleh Walikota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau, M.Si ini, para pengerajin tempe mau berpartisipasi melakukan penyemprotan cairan mikroba di tempat pembuangan sehingga limbah mereka yang merupakan salah satu penyebab polusi di Kali Item dapat diatasi. (jos)