Kagama Care dan DERU UGM Bantu Korban Bencana di Banten

64
Banjir bandang telah melanda Banten, pada Rabu (1/1/2020). Kabupaten Lebak menjadi wilayah terdampak yang paling parah. Foto: Istimewa
Banjir bandang telah melanda Banten, pada Rabu (1/1/2020). Kabupaten Lebak menjadi wilayah terdampak yang paling parah. Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Bersama Disaster Response Unit ( DERU) UGM, Kagama Care membuka posko peduli bencana di Desa Calung Bungur serta Bungur Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

Untuk diketahui, banjir bandang telah melanda Banten, pada Rabu (1/1/2020). Kabupaten Lebak menjadi wilayah terdampak yang paling parah.

Sebanyak delapan mahasiswa dari berbagai fakultas bergabung untuk menjadi relawan.

Mereka adalah Fernando Galang Rahmadana (Fisipol ), Ajun Evi Nugraha (Sekolah Vokasi), Idris Hanafi (Geografi), Miftakhurokhimah Febri Ardani (Sekolah Vokasi).

Ada juga Suryo Abdi Pangestu ( Sekolah Vokasi), Kusuma Amir (Fakultas Psikologi), Dandi Dwi Prasetyo (Fakultas Psikologi), serta Wurgan Rahardian (Pascasarjana Psikologi).

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat, Nanung Agus Fitriyanto., Ph.D., saat melepas keberangkatan tim, pada Kamis (16/1/2020), mengatakan sebelumnya para relawan mengikuti pembekalan selama dua hari di Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.

Banjir bandang telah melanda Banten, pada Rabu (1/1/2020). Kabupaten Lebak menjadi wilayah terdampak yang paling parah. Foto: Istimewa
Banjir bandang telah melanda Banten, pada Rabu (1/1/2020). Kabupaten Lebak menjadi wilayah terdampak yang paling parah. Foto: Istimewa

Baca juga: Mahasiswa Teknik Sipil UGM Temukan Algoritma Ramalan untuk Hindari Hujan Pemicu Banjir Lahar

Dia menjelaskan, aksi peduli bencana dilakukan lewat berbagai program, seperti pendampingan untuk penyediaan air bersih, program kesehatan dan sanitasi, serta pendidikan dan trauma healing.

“Mereka akan berada di lokasi bencana sekurang-kurangnya 10 hari hingga 26 Januari mendatang,” papar Nanung.

Di sana tim relawan ini akan didukung oleh Kagama dengan pengiriman Water Purifier dan dilanjutkan dengan pengiriman KKN Peduli Bencana.

“Nantinya akan segera menjalankan tugas kemanusiaan,” jelas Nanung.

Keberangkatan tim relawan ini sebelumnya juga telah didahului oleh keberangkatan tim asesmen yang telah memetakan masalah selama 5 hari di lapangan.

Tim asesmen tersebut antara lain Dr. Djaka Marwasta dari KLMB Fakultas Geografi, Sutono, M.Sc dari FKKMK serta dua relawan mahasiswa Surya Ilham Widodo dari FISIPOL dan Ayyas Al Faruq dari Sekolah Vokasi. (Kinanthi)

Baca juga: UGM Bikin Lidah Elektronik Serba Bisa yang Mampu Deteksi Kehalalan Produk