KAGAMA Beksan Gelar Tarian Jawa Gagrak Yogya dalam Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono X

91
Utusan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Widya Winata (di tengah), memberikan masukan dan koreksi langsung kepada penari dari KAGAMA Beksan Jabodetabek untuk tampil lebih baik di masa mendatang. Foto: KAGAMA Beksan Jabodetabek
Utusan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Widya Winata (di tengah), memberikan masukan dan koreksi langsung kepada penari dari KAGAMA Beksan Jabodetabek untuk tampil lebih baik di masa mendatang. Foto: KAGAMA Beksan Jabodetabek

KAGAMA.CO, JAKARTA – Saat puncak acara ”Mangayubayo Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X” di Sarinah, Jakarta, Minggu lalu (15/3/2020), KAGAMA Beksan Jabodetabek mengadakan pentas beberapa tarian Jawa Gagrak Yogya.

Gagrak Yogya dipilih sesuai dengan tema acara untuk peringatan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku X.

Ada lima tarian  yang dibawakan oleh anggota KAGAMA Beksan Jabodetabek yang merupakan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) dari berbagai fakultas dan berbagai angkatan.

Kelima tarian tersebut adalah Beksan Menak Rengganis Widaninggar, Beksan Srikandi Bhisma, Klana Topeng Gagah, Golek Nawungasmoro, dan Tari Keprajuritan Wira Pertiwi.

Tari Beksan Menak Putri Rengganis Widaninggar mengisahkan tentang pembalasan dendam Dewi Widaninggar, seorang putri Kerajaan Tartaripura dari negeri Cina, karena kakaknya terbunuh oleh Dewi Kelaswara, ibu dari Dewi Rengganis, sehingga terjadilah perang tanding antara keduanya.

Tari Menak Putri Rengganis Widaninggar mengisahkan tentang pembalasan dendam Dewi Widaninggar. Foto: KAGAMA Beksan Jabodetabek
Tari Menak Putri Rengganis Widaninggar mengisahkan tentang pembalasan dendam Dewi Widaninggar. Foto: KAGAMA Beksan Jabodetabek

Dewi Rengganis diperankan oleh Ratih Widyastuti, alumna Fakultas Psikologi, dan Dewi Widaninggar dilakoni Renny Kusumowardhani, alumna Fakultas Ekonomika dan Bisnis.

Baca juga: KAGAMA Beksan Jabodetabek Gelar Pameran Budaya Jawa Dalam Rangka Mangayubagyo Jumenengan Tingalan Dalem HB X

Tari Beksan Srikandi Bhisma bercerita tentang perang tanding antara Dewi Srikandi, senopati Pandawa melawan senopati Kurawa, Bhisma, dalam perang Bharatayudha.

Dewi Srikandi adalah titisan dari Dewi Amba yang merupakan seorang putri dari Kerajaan Kasi yang memiliki dendam pada Bhisma.

Semasa muda, Bhisma menolak cinta Dewi Amba dan secara tak sengaja ia membunuhnya.

Dewi Amba menuntut balas dan akhirnya Bhisma dikalahkan oleh Srikandi dengan panahnya.

Tari Srikandi Bhisma bercerita tentang perang tanding antara Dewi Srikandi, senopati Pandawa melawan senopati Kurawa, Bhisma, dalam perang Bharatayudha. Foto: KAGAMA Beksan Jabodetabek
Tari Srikandi Bhisma bercerita tentang perang tanding antara Dewi Srikandi, senopati Pandawa melawan senopati Kurawa, Bhisma, dalam perang Bharatayudha. Foto: KAGAMA Beksan Jabodetabek

Srikandi ditarikan oleh Belinda Margono, alumna Fakultas Kehutanan, dan Bhisma diperankan oleh Hendricus Widi, alumnus Fakultas Teknik Prodi Teknik Sipil.