Kabupaten Kebumen Lahir dari Jerih Payah Adik Bupati Madiun

229

Baca juga: Filsafat UGM Membuat Widyasari Listyowulan Belajar untuk Tidak Menyerah

“Demi kemakmuran rakyat, dibangun pula pabrik minyak sari nabati. Daerah Panjer semakin tata tentrem karta raharja,” terang sosok kelahiran 1971 ini.

Pengembangan wilayah yang dipimpin Bumidirdjo pun berjalan lancar.

Pihak Kerajaan lantas mengganjar prestasi tersebut dengan menaikkan status Panjer dari kademangan menjadi kawedanan (setingkat kecamatan).

Status administratif tersebut bertahan hingga 1642, sesaat sebelum dinaikkan lagi menjadi kabupaten otonom.

“Sebagai pejabat bupati pertama di Kabupaten Panjer adalah Raden Tumenggung Bodronolo (yang menjabat) tahun 1642 sampai 1657,” tutur Purwadi.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Super Prioritas yang Jadi Fokus Dua Menteri KAGAMA

Dua abad lebih berlalu, Kabupaten Panjer tetap eksis. Namun, pemerintahan kini dinakhodai oleh Kesultanan Surakarta.

Pada 1861, Kesultanan Surakarta berniat mengganti nama Kabupaten Panjer. Akan tetapi, penggantian nama tidak merujuk pada bupati pertamanya.

Melainkan kepada sosok yang dulu punya peran besar dalam pembangunan, Pangeran Bumidirdjo.

“Untuk menghormati jasa Pangeran Bumidirdjo Kabupaten Panjer diubah menjadi kabupaten Kebumen,” ucap Purwadi.

“Asal kata dari Bumi yang merujuk pada nama Bumidirdjo. Kebumen, berasal dari kata kebumian.”

Baca juga: Darah Wonosobo Mengalir dalam Diri Raja Pertama Kesultanan Mataram

“Secara morfologis menjadi Kebumen. Dalam konteks semantis Kebumen adalah tempat tinggal tinggal yang dihuni Pangeran Bumidirdjo,” bebernya.

Pergantian nama menjadi Kabupaten Kebumen terjadi saat Kesultanan Mataram dipimpin oleh Sinuwun Paku Buwono IX.

Sedangkan bupati yang dilantik bersamaan dengan perubahan nama kala itu adalah KRT Arungbinang II.

Jika diurutkan dari bupati pertama Panjer, dia adalah pemimpin daerah kedelapan. KRT Arungbinang II menjabat sebagai bupati Kebumen sampai tahun 1890. (Ts/-Th)

Baca juga: Solusi Gubernur Rohidin untuk Minimkan Kontak Fisik dalam Transaksi