Kabupaten Kebumen Lahir dari Jerih Payah Adik Bupati Madiun

229

Baca juga: Relawan Canthelan Alumnus Agribisnis UGM: Berbagi karena Kemauan, Bukan Kemampuan

Secara spesifik, tugas pengembangan wilayah yang dimandatkan kepada Bumidirdjo menyasar kawasan sepanjang Pegunungan Serayu.

Sekarang, kawasan itu mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, dan Purworejo.

“Pangeran Bumidirdjo dibantu oleh Ki Ageng Karanglo. Beliau adalah murid kesayangan Pangeran Karanggayam, Pujangga Kraton Pajang,” kata Purwadi.

Purwadi menambahkan, pekerjaan besar untuk membuka wilayah Brang Kulon dimulai pada 30 Juni 1594.

Pada tahap pertama, Kerajaan membangun daerah pemukiman yang kemudian dinamai Panjer.

Baca juga: Alumnus Filsafat UGM Ungkap Sejarah Integrasi Sains dan Filsafat dalam Menghadapi Pandemi

Alumnus Fakultas Filsafat dan Fakultas Ilmu Budaya UGM itu menjelaskan, panjer dalam bahasa Jawa berarti lampu penerang yang menyala terus menerus.

Pekerjaan selanjutnya adalah pembangunan pasar sebagai pusat transaksi barang dan jasa.

Ada tiga pasar yang didirikan oleh Bumidirdjo, yakni Tumenggungan, Pari, dan Rabuk.

“Pasar Tumenggungan, Pasar Pari, dan Pasar Rabuk adalah warisan historis yang penting,” ujar Purwadi.

“Produk pertanian, perkebunan, peternakan bisa dipasarkan dengan baik. Petani untung, pedagang mujur.”

Baca juga: Kata Para Sahabat tentang Almarhumah Esti, Sesepuh KAGAMA Balikpapan yang Tegas dan Welas Asih