Kabupaten Kebumen Lahir dari Jerih Payah Adik Bupati Madiun

202
Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA), Dr. Purwadi, M.Hum menyebut sosok Pangeran Bumidirdjo sebagai orang yang berjasa dalam membangun Kabupaten Kebumen. Foto: Ist
Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA), Dr. Purwadi, M.Hum menyebut sosok Pangeran Bumidirdjo sebagai orang yang berjasa dalam membangun Kabupaten Kebumen. Foto: Ist

KAGAMA.CO,BULAKSUMUR – Sebuah topik serius tengah diperbincangkan Kesultanan Mataram pada 1594.

Ratu Ayu Retno Dumilah, yang memimpin forum, membahas mengenai pembinaan wilayah barat Mataram (Brang Kulon).

Istri dari Danang Sutawijaya (raja pertama Mataram) itu ditemani oleh Bupati keempat Madiun, Raden Mas Sumekar, Bupati Glagahwangi, Arya Pangiri, dan Arya Sukadono, perwakilan dari Jepara.

Hasil dari perbincangan tersebut menyepakati bahwa Kesultanan Mataram akan melakukan pembangunan wilayah bagian barat.

Menurut Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara (LOKANTARA), Dr. Purwadi, M.Hum. wilayah barat diputuskan untuk dibenahi agar pembangunan Kerajaan adil dan merata.

Baca juga: Sastromoeni Meriahkan Hari Ulang Tahun ke-31 Jaringan Kekerabatan Antropologi Indonesia

Orang kepercayaan Retno Dumillah, Pangeran Bumidirdjo, ditunjuk sebagai koordinatornya.

Pangeran Bumidirdjo memang sudah lama bekerja untuk Retno Dumillah. Dia pernah jadi sekretaris pribadi dan juru tulis perusahaan keluarga.

Retno Dumilah, yang menghabiskan remajanya di Jepara, punya perusahaan mebel dan minyak mentah.

Selain itu, Bumidirdjo juga pernah jadi asisten pemerintahan saat Retno Dumillah jadi Bupati Madiun (1586-1590). Apalagi, dia juga adik kandung dari Retno Dumillah.

Keduanya merupakan anak dari Pangeran Rangga Jumena (Bupati pertama Purabaya: sekarang Madiun) sekaligus cucu dari Raja ketiga Demak, Sultan Trenggana.

Baca juga: Anwar Sanusi Jelaskan 3 Langkah Kemendesa PDTT untuk Pemulihan Ekonomi Nasional