Jumlah Kasus Corona di Indonesia Semakin Tinggi, Mengapa?

59
Pakar Epidemologi UGM, Bayu Satria Wibawa memberikan pandangannya soal peningkatan kasus pandemi virus corona yang terjadi beberapa waktu belakangan. Foto: Halodoc
Pakar Epidemologi UGM, Bayu Satria Wibawa memberikan pandangannya soal peningkatan kasus pandemi virus corona yang terjadi beberapa waktu belakangan. Foto: Halodoc

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Pakar Epidemologi UGM, Bayu Satria Wibawa memberikan pandangannya soal peningkatan kasus pandemi virus corona yang terjadi beberapa waktu belakangan.

Untuk diketahui, pada Sabtu (18/7/2020), ada 1.752 kasus baru pandemi virus corona yang terjadi.

Penambahan kasus tersebut membuat total kasus virus corona di Indonesia menyentuh 84.882 kasus terhitung sejak 2 Maret 2020.

Jumlah ini melebihi Tiongkok, sebagai salah satu tempat awal penularan virus corona dunia yang hingga kini terhadi 83.644 kasus.

Menurut Bayu, mobilitas masyarakat menjadi alasan kasus pandemi virus corona meningkat pesat.

Baca juga: Upaya Kemenristek/BRIN Dorong Kemandirian Sektor Kesehatan

Hal ini tidak diimbangi dengan pengawasan antar daerah dengan baik.

“Ada juga faktor klaster penyebaran baru di banyak daerah dan meningkatkan jumlah kasus yang terdeteksi akibat tes yang dilakukan juga semakin banyak,” ujar Bayu pada Selasa (21/7/2020).

Lulusan Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM ini menyebut bahwa pemerintah kerap kali tak memberikan contoh yang baik soal disiplin protokol kesehatan, mulai dari tingkat paling rendah hingga pemerintah pusat.

Selain itu, ada anggapan dari masyarakat bahwa kondisi new normal serupa dengan kondisi normal sebelum pandemi virus corona melanda.

Hal ini menurut Bayu merupakan salah satu bentuk komunikasi risiko yang kurang baik dari pemerintah.

Baca juga: Pandemi Menguji Nasionalisme, Ganjar Terapkan Kebijakan Berbasis Kekuatan Rakyat