Jangan Ragu Jadi Entrepreneur di Industri Kreatif

348
Amelia Basarda mengaku bekal ilmu marketing yang diperolenya semasa belajar di MM UGM membantu dalam mengembangkan usahanya. Foto : Josep/KAGAMA
Amelia Basarda mengaku bekal ilmu marketing yang diperolenya semasa belajar di MM UGM membantu dalam mengembangkan usahanya. Foto : Josep/KAGAMA

KAGAMA.CO, JAKARTA – “Cinta Allah. Ya, hanya Dia-lah wujud cinta sejati. Selalu ada untukmu. Tidak pernah meninggalkan. Selalu mendengar. Menolong di saat sempit. Mengangkat segela getir dan gundah. Selalu hadir pertama di saat yang tepat bagimu. Seperti itulah keyakinan membawa Icha semakin mendekat pada Sang Pencipta.”

Penggalan kalimat indah di atas tertulis dalam buku yang berjudul “Jalan Kembali”.

Sebuah buku yang mengangkat beragam kisah nyata anak manusia yang berhasil keluar dari masalah hidup yang mereka hadapi berkat keyakinan dan kedekatan relasi mereka kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Buku inspiratif ini ditulis alumna Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada Kampus Jakarta, Amelia Basarda.

“Ini buku pertama saya dan ditulis bersama teman sesama alumna MM UGM.”

“Kini saya tengah menyiapkan buku kedua,” tuturnya kala ditemui KAGAMA di kantornya, Jakarta, belum lama ini.

Tak hanya menjadi penulis, wanita muda yang akrab dipanggil Amel ini menjadi pebisnis.

Bersama beberapa rekannya, dia melakoni bisnis ekspor arang tempurung atau batok kelapa.

“Bahan baku batok kelapa didatangkan dari Sumatera seperti  Jambi, Indragiri Hilir, dan Tembilahan Riau lalu diolah di Solo.”

“Setelah itu kami mengekspornya ke Turki dan beberapa negara lainnya,” ungkap Amel yang aktif di organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tersebut.

Saat ini dia pun mengelola sebuah media online selebriticlub.com yang berisikan berita dan profil para selebritas di Tanah Air.

“Bedanya, selebriticlub.com, tidak mengupas soal-soal gosip para artis.”

“Media selebriticlub.com menulis berita-berita positif dari para selebritas yang diharapkan bisa menginspirasi orang lain.”

“Selebritas yang kami angkat tak semata artis, ada penulis, penyanyi, seniman, pejabat, dokter,  pengacara, pengusaha sehingga cakupannya lebih luas,” ungkap Amel.

Dia pun mengaku bekal ilmu marketing yang diperolehnya semasa belajar di MM UGM membantu dalam mengembangkan usahanya.

“Atmosfer belajar dan mengajar di MM juga menyenangkan dan networking antaralumni juga apik,” paparnya.

Amel mendapat ilmu terapan yang mengasah kemampuannya sebagai seorang entrepreneur yang berkiprah di dunia industri kreatif.

Ia pun berharap kian banyak orang-orang muda yang selepas kuliah tak hanya berorientasi menjadi pegawai semata.

“Jangan ragu untuk menjadi seorang entrepreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja di era industri 4.0 ini,” pungkasnya. (Jos)