Jangan Dianggap Candaan, Hilangkan Kebiasaan Body Shaming

Masih banyak orang yang percaya bahwa body shaming bisa memotivasi seseorang untuk membentuk tubuh ideal.(Foto: thesource4parents.com)
Masih banyak orang yang percaya bahwa body shaming bisa memotivasi seseorang untuk membentuk tubuh ideal.(Foto: thesource4parents.com)

KAGAMA.CO, YOGYAKARTA – Tidak sedikit di antara kita yang kerap ‘gatal’ ingin mengomentari fisik orang lain. Barangkali ini sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging, karena kita sering melakukannya tanpa kita sadari.

Kebiasaan ini disebut juga body shaming. Perilaku body shaming yang sudah menjadi kebiasaan ini akan membuat orang lain juga melakukan hal yang sama. Sebab body shaming sudah menjadi ‘respon otomatis’ dari kebanyakan orang untuk mereka yang dianggap tidak memiliki tubuh ideal.

Namun, pernahkah anda berpikir tentang akibat dari body shaming yang anda lakukan?

Sebagian orang menganggap body shaming hanya sebuah candaan. Padahal body shaming memiliki dampak besar bagi mereka yang menerimanya.

Beberapa studi ilmiah membuktikan bahwa orang yang menerima body shaming akan merasa tidak percaya diri, melakukan diet ketat sampai mengalami kelainan pola makan (eating disorder), dan bahkan bisa sampai depresi.

Walaupun begitu, masih banyak orang yang percaya bahwa body shaming bisa memotivasi seseorang untuk membentuk tubuh ideal. Misalnya saja orang yang berbadan besar. Hal yang terjadi ketika orang yang berbadan besar mengalami body shaming, mereka justru akan semakin tidak nyaman dan membuat mereka semakin banyak makan.

Bagi anda yang merasa sering melakukan body shaming baik sengaja maupun tidak, sebaiknya anda mulai mengoreksi diri. Berikut beberapa cara mengurangi kebiasaan body shaming.