Jadi Lulusan Terbaik Berkat Sering Ngobrol dengan Orang Jepang

1355
Risma sedang mencari peluang beasiswa untuk kuliah lanjut di Jepang. Foto: Kinanthi
Risma sedang mencari peluang beasiswa untuk kuliah lanjut di Jepang. Foto: Kinanthi

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Desak Nyoman Risma Riyandewi, beberapa bulam belakangan terus ditanyai undangan wisuda oleh orang tuanya.

Pertanyaan itu akhirnya terjawab sudah, perempuan asal Singaraja, Bali ini resmi menyandang gelar sarjananya.

Dia bahkan menjadi wakil wisudawan dari Fakultas Ilmu Budaya, dalam Wisuda Program Sarjana dan Diploma Periode II Tahun Akademik 2019/2020.

Bisa meraih IPK tinggi diakuui Risma bukanlah sesuatu yang mudah.

Pasalnya proses belajar di jurusan Sastra Jepang, bidang keilmuannya selama kuliah di UGM, berbeda dengan jurusan lain.

Agar semakin mahir berbahasa dan mengusai seluk beluk negara Jepang, Risma harus banyak belajar secara praktikal.

“Kalau semakin banyak berlatih, maka akan semakin terbiasa. Supaya lebih lancar berbahasa, Saya main dan ngobrol sama orang -orang Jepang yang kuliah di UGM,” ujar Risma.

Risma sedang mencari peluang beasiswa untuk kuliah lanjut di Jepang. Foto: Kinanthi
Risma sedang mencari peluang beasiswa untuk kuliah lanjut di Jepang. Foto: Kinanthi

Baca juga: Susunan Pengda KAGAMA Jateng Periode 2020-2025 Bertabur Daun Muda

Risma sebagai mahasiswa yang menaruh passionnya di bidang Sastra Jepang, sudah tiga kali menginjakkan kaki di negeri sakura.

Dua kali Risma mengikuti lomba pidato bahasa Jepang dan meraih juara I.

Belum lama ini Risma mengikuti program Japanes Studies di Jepang.

“Saya kemudian juga memanfaatkan kesempatan studi itu, untuk mengambil data skripsi. Literatur yang diperoleh langsung dari Jepang, harapannya bisa menjadi keunikan dari skripsi Saya,” jelasnya.

Pengalaman itu yang kemudian membuat orang tua Risma semakin mendukung minat dan bakatnya.

Singkat cerita, orang tua Risma sempat tidak setuju dirinya menempuh studi di Sastra Jepang.

Risma semasa SMA belajar di jurusan IPA dan memiliki kemampuan baik di bidang tersebut.

Baca juga: 30 Tahun Mengabdi, Ketua KAGAMA Sleman Sebut Alumni UGM Low Profile Sejak Dulu