Irma, Lulusan Terbaik Magister FEB UGM: Nikmati Proses dan Jangan Lupa Bahagia

64
Nilai IPK sebetulnya bukan menjadi prioritas bagi Irma, yang terpenting baginya adalah menikmati proses dan tak lupa bahagia.(Foto: istimewa)
Nilai IPK sebetulnya bukan menjadi prioritas bagi Irma, yang terpenting baginya adalah menikmati proses dan tak lupa bahagia.(Foto: istimewa)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Seperti yang kita tahu bahwa menempuh pendidikan S2 tak semudah saat kita menempuh pendidikan S1. Dari segi materi dan beban belajar, mahasiswa magister dihadapkan pada berbagai pergulatan.

Meski beban akademik yang harus dipikul lebih berat dibandingkan saat masih kuliah S1, Made Irma Lestari justru masih tergugah untuk terlibat di organisasi dan kepanitiaan mahasiswa di masa kuliah S2-nya.

Dengan segala tantangan yang dihadapinya ini, Irma mengaku menjalani proses belajar yang mengalir begitu saja. Ia pun tak menyangka bisa menjadi lulusan terbaik pada Wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2018/2019 pada Rabu (24/04/2019).

“Berhubung di master ini saya masih tertarik dan menggeluti kembali berbagai kepanitiaan dan ikut organisasi himpunan mahasiswa Magister Akuntansi (Himma UGM). Nah, di situ tantangannya, ketika harus bisa membagi waktu antara akademik dan non akademik,” ujar Irma kepada Kagama.

Kemampuan membagi waktu menjadi persoalan klasik bagi mahasiswa. Tetapi, tidak semua orang bisa dengan cerdas mencapainya.

Diceritakan oleh Irma, selama ini ia berusaha berkomitmen dengan tujuan awalnya menempuh pendidikan tinggi. Tak hanya komitmen, perencanaan yang baik dalam menjalankan proses ini juga menjadi penting.

Nilai IPK sebetulnya bukan menjadi prioritas bagi Irma, yang terpenting baginya adalah menikmati proses dan tak lupa bahagia.

Lulusan sarjana kebanyakan langsung terjun ke dunia kerja, ketimbang mengambil kuliah lagi. Hal ini umum terjadi, termasuk di lingkungan Irma.

Sejak awal Irma memang ingin langsung melanjutkan kuliah ke jenjang S2 sebelum bekerja. Namun, melihat teman-temannya sudah bekerja dan berpenghasilan sendiri, membuat Irma ingin berada di posisi yang sama.