Irama Kerja Rock and Roll Antarkan Menteri Basuki Hadimuljono Raih Doktor Kehormatan dari ITB

289
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc, Ph.D., memperoleh gelar doktor Honoris Causa (Dr H.C) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto: Istimewa
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Mochamad Basuki Hadimuljono, M.Sc, Ph.D., memperoleh gelar doktor Honoris Causa (Dr H.C) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Foto: Istimewa

KAGAMA.CO, BANDUNG – Kamis (16/1/2019) pagi menjadi momen yang tak terlupakan bagi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Pasalnya, pada hari tersebut, ITB menganugerahi gelar Doktor Kehormatan kepada Basuki.

Gelar Doktor Kehormatan sah disandang alumnus Teknik Geologi UGM ini setelah menyampaikan orasi ilmiah di hadapan ribuan audiens di Aula Barat ITB.

Dalam orasi ilmiah berjudul Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa, Basuki mengaku percaya bahwa Indonesia punya kekayaan sumber daya air terbesar kelima di dunia.

Terbaru, Kementerian PUPR mencatat ketersedian air permukaan rata-rata tahunan Indonesia adalah sebesar 2,78 triliun m3/tahun tersebar di 128 Wilayah Sungai Indonesia.

Oleh karena itu, Potensi air tanah pada Cekungan Air Tanah (CAT) di Indonesia juga cukup besar.

“Jumlah CAT terdata sebanyak 421 buah, dengan potensi lebih dari 500 Milyar m3/tahun dengan luas total 907 ribu km (atau 47,2% dari luas daratan),” tutur Basuki.

Baca juga: Siasat Menteri Basuki Hadimuljono Agar Banjir Tak Kembali Terjang Jakarta

Adanya potensi sumber daya yang besar, mendorong negara untuk memiliki aturan hukum.

Hal itu agar sumber daya dapat air yang dimiliki Indonesia dapat digunakan secara optimum dan kontinu, tanpa dampak kerusakan lingkungan.

Alhasil, pada 15 Oktober 2019, RUU Sumber Daya Air ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia dan ditetapkan sebagai UU No. 17 Tahun 2019.

Kendati demikian, Basuki menilai ada sejumlah tantangan yang harus diatasi bersama demi mewujudkan kelestarian SDA.

Salah satu tantangan yang dimaksud pria asal Surakarta ini adalah match and fixing antara ketersediaan air permukaan dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam hal ini, Basuki melihat adanya kesenjangan kebutuhan air di Jawa dengan pulau-lain yang tidak ditopang dengan ketersediaannya.

“Pulau Kalimantan, Papua, dan Sumatera mempunyai ±82% dari seluruh air permukaan di Indonesia, sedangkan Pulau Jawa hanya memiliki air permukaan 6,3%,” kata Basuki.

Baca juga: Menteri Basuki Hadimuljono Sebut Tiga Penyebab Banjir Jakarta