Investasi Spanyol Penting bagi Perekonomian Indonesia

15

MADRID, KAGAMA – Investasi Spanyol sangat penting bagi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor perikanan, kemaritiman, dan wisata bahari. Mengingat, Spanyol sebagai mitra dagang strategis Indonesia memiliki industri produk perikanan terbesar, yaitu Pesca ova dan lokasi berdirinya pusat Konfederasi Perusahaan-perusahaan Hasil Laut Spanyol (Consemar) serta sebagai kantor pusat European Fisheries Control Agency.

Fakta tersebut didukung dengan peran sejumlah pemimpin perusahaan Spanyol bergerak di bidang industri galangan kapal, logistik, asuransi, pariwisata bahari, pengolahan ikan, kapal ikan, manufaktur, dan metalurgi serta otoritas pelabuhan. Mereka menyatakan tertarik untuk meraih peluang bisnis di ASEAN, khususnya di Indonesia yang telah menetapkan kebijakan pembangunan industri maritim.

Demikian diungkapkan Duta Besar (Dubes) RI untuk Spanyol, Yuli Mumpuni Widarso dalam Forum Bisnis di Madrid, Spanyol, Selasa (4/7/2017). Yuli Mumpuni mengungkapkan, perkembangan Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan pilar pasar bebas telah membuka peluang bismis yang lebih luas, baik di bidang perdagangan maupun investasi.

“Spanyol mempunyai arti penting bagi Indonesia. Investasi Spanyol di Indonesia terus meningkat, pada 2010 tercatat cukup tinggi, mencapai 39.24 juta USD kontribusi terbesar dari Airbus Defense & Space (CASA Spanyol) yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1976. Kami harus membawa pelaku usaha Spanyol untuk berinvestasi disektor maritim kita,” kata Yuli Mumpuni, “untuk mengembalikan nilai investasi Spanyol ke Indonesia yang pada 2016 turun 6 juta USD,” imbuhnya.

Menurut Dubes Yuli Mumpuni Widarso, Spanyol mempunyai arti penting bagi Indonesia. Investasi Spanyol di Indonesia terus meningkat (Foto ISTIMEWA)
Menurut Dubes Yuli Mumpuni Widarso, Spanyol mempunyai arti penting bagi Indonesia. Investasi Spanyol di Indonesia terus meningkat (Foto ISTIMEWA)I untuk

Kepala Pusat Promosi Investasi Indonesia di London, Nurul Ichwan menyatakan  nilai investasi Spanyol di Indonesia pada 2011 hanya 1.09 juta USD, tahun 2012 naik sedikit 3.15 juta USD, tahun 2013 turun hanya 2.89 juta USD. Pada tahun 2014 naik kembali mencapai 15.69 juta USD dan tahun 2015 naik 300% mencapai 56.59 juta USD. Namun pada 2016 turun, hanya mencapai 50.09 juta USD. Total investasinya pada kurun 2010 – 2016 baru mencapai 168 juta USD, untuk 237 proyek, menempati peringkat ke-27 sumber investasi asing ke Indonesia.

Guna lebih menarik minat investor Spanyol, Nurul Ichwan telah menyampaikan tentang kebijakan baru BKPM One Stop Service yang telah dibuka di 34 Propinsi di seluruh Indonesia, insentif dan fasilitasi lainnya. Mengingat investasi Spanyol sebagian besar masuk ke sektor industri pariwisata perhotelan, maka dalam Forum Bisnis tersebut telah disampaikan tentang proyeksi keuntungan bisnis di 10 destinasi baru Tanjung Kelayang, Danau Toba, Tanjung Lesung, Bromo, Pulau seribu, Mandalika, Pulau Komodo, Borobudur, Morotai, dan Wakatobi.

Dukungan Pemerintah Spanyol

Deputi Bidang Kebijakan Perdagangan dengan Eropa, Asia dan Oceania, Kementerian Negara Perdagangan, María Aparici, mendukung pernyataan Duta Besar RI dan menggaris bawahi besarnya pasar ASEAN dengan 600 juta penduduk yang belum digarap oleh para pelaku bisnis Spanyol. “Kami mendukung peningkatan kegiatan investasi Spanyol  di negara-negara ASEAN yang produknya dipasarkan kembali di ASEAN, memanfaatkan pasar tunggal ASEAN”. Maria juga telah mengingatkan para peserta Forum Bisnis mengenai dana yang disediakan oleh Pemerintah Spanyol sebesar 450 juta Euro per-tahun untuk mendukung kebijakan internasionalisasi perusahaan Spanyol (MSIF), termasuk perluasan bisnis perusahaan Spanyol ke Vietnam dan Indonesia.

Dukungan positif juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Casa Asia, Kementerian Luar Negeri Spanyol, Ramón María Moreno, yang menyatakan ASEAN merupakan mitra strategis UE dengan kerjasama di berbagai bidang yang telah terjalin selama 40 tahun. “UE mendukung proses integrasi ASEAN, proses demokrasi, penciptaan keamanan dan stabilitas kawasan serta pemeliharaan lingkungan hidup. Dukungan UE terhadap ASEAN tercermin sangat jelas terlihat pada status mitra wicara pertama ASEAN 40 tahun yang lalu. UE juga peserta ASEAN Regional Forum (ARF) yang membahas isyu-isyu keamanan dan stabilitas kawasan.”

KBRI Madrid sebagai Koordinator Komite ASEAN di Madrid menilai penyelenggaraan kegiatan  ASEAN di Madrid dan Zaragoza sangat bermanfaat dalam mendorong para pengusaha Spanyol agar meraih peluang bisnis yang tersedia di negara-negara ASEAN. [rts]