Investasi Spanyol di Indonesia Naik Signifikan

27

MADRID, KAGAMA – Pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy dilaksanakan di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi G-20 di Hamburg, Jerman, Kamis (7/7/2017). Dalam pertemuan secara khusus dibicarakan  peluang investasi di Indonesia pada kurun waktu lima tahun terakhir (2012 – 2016).

KBRI Madrid menyampaikan informasi yang lebih rinci dan teknis mengenai perkembangan inventasi Spanyol di Indonesia pada kurun waktu 2012 – 2016. Melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), KBRI Madrid mencatat nilai realisasi Foreign Direct Investment (FDI) dari Spanyol ke Indonesia  periode 2012 – 2015 mengalami kenaikan yang signifikan, yakni dari US$ 3,1 juta pada 2012, menjadi US$ 56,6 juta pada 2015, naik sekitar US$ 53,5 juta.

Bahkan, sejak 2010 – 2016 nilainya telah mencapai US$ 168 juta. Capaian nilai itu menempatkan Spanyol pada urutan ke-27 negara yang menanamkan modalnya di Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara Eropa lainnya, Spanyol menempati peringkat ke-10 setelah Belanda (US$ 8.366 juta); Inggris (US$ 5.103 juta), Swiss (US$ 1.078), Perancis (US$ 839 juta), Jerman (US$ 685 juta), Luxemburg (US$ 620 juta), dan Italia (US$ 283 juta).

Pada 2014 terjadi peningkatan terbesar, mencapai 500%, yaitu dari US$ 2,9 juta pada 2013 menjadi US$ 15,7 juta pada 2014. Kecenderungan naik tersebut terus berlangsung pada 2015 yang meningkat 300%  menjadi US$ 56,6 juta. Namun pada 2016 realisasi investasi Spanyol di Indonesia hanya mencapai US$ 50,09 juta, turun US$ 6,09 juta.

Beberapa perusahaan besar Spanyol yang telah menanamkan modalnya di Indonesia antara lain Repsol, Airbus Defense & Space yang berasal dari CASA Spanyol. Perusahaan minyak ini menanamkan modal di Indonesia sejak 1976 bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia untuk perluasan perusahaan patungan Airbus Indonesia di Bandung, Hotel Melia International yang sejak  1981 hingga saat ini telah membuka 13 hotel di seluruh Indonesia dan masih akan membuka lagi sekitar 10 hotel baru di beberapa destinasi pariwisata unggulan Indonesia. Selain itu, juga terdapat perusahaan fashion retail terbesar di Spanyol, Inditex Fashion Retail, memproduksi garment untuk memasok permintaan internasional.

Investasi Spanyol di Indonesia periode 2012 – 2016 yang cenderung terus meningkat tersebut antara lain dilatarbelakangi oleh situasi krisis keuangan yang dihadapi Pemerintah Spanyol pada 2009 dan terus bergulir hingga  2013. Sehingga, Pemerintah Spanyol harus menerapkan kebijakan pengetatan anggaran yang berdampak pada sulitnya menciptakan lapangan kerja.

Menghadapi situasi anggaran yang ketat tersebut, Pemerintah Spanyol pada 2013 – 2015 mendorong perusahaan-perusahaan Spanyol untuk mencari mitra di negara-negara  yang menyediakan peluang besar, seperti kawasan Timur Tengah dan Asia yang rata-rata mempunyai pertumbuhan ekonomi di atas 4% per tahun dan mengadopsi kebijakan yang disebut “Look East Policy”. Pada 2015 kebijakan tersebut diperkuat dengan penyediaan dana kredit lunak sebesar US$ 450 juta bagi perusahaan menengah Spanyol yang akan memperluas ekspansi bisnis ke wilayah Asia.

Namun, peningkatan yang dicapai hingga 2015 tersebut tidak berlangsung pada 2016. Kemungkinan hal itu terdampak oleh menurunnya investasi internasional Spanyol. Menurut Banco de Espana (Maret 2017), total investasi Spanyol ke dunia pada 2015 tercatat Euro 40.114 juta sedangkan pada 2016 hanya mencapai Euro 37.778 juta.

Selain itu, kemungkinan juga karena pada 31 Desember 2015 masa berlaku Persetujuan mengenai Peningkatan dan Perlindungan Secara Resiprokal Penanaman Modal antara Indonesia dan Spanyol yang ditandatangani pada 30 Mei 1995 telah berakhir. Kiranya dapat dipahami jika pada periode 1 Januari – 31 Desember 2016 nilai realisasi investasi Spanyol ke Indonesia turun dari US$ 56,6 juta (2015) menjadi hanya US$ 50,09 juta pada 2016.

KBRI Madrid telah meminta perhatian BKPM dan Pemerintah Spanyol untuk perpanjangan dokumen kesepakatan tersebut agar peluang yang tersedia di Indonesia lebih menarik bagi pelaku bisnis Spanyol. [rts]