Interaksi Bersama Masyarakat Frontier, Bekal Khusus Mahasiswa KKN di Pulau Perbatasan

37
Lokasi pulau-pulau kecil di dekat perbatasan kaya akan potensi maritimnya. Potensi ini tentunya menjadi fokus program KKN.(Foto: Kinanthi)
Lokasi pulau-pulau kecil di dekat perbatasan kaya akan potensi maritimnya. Potensi ini tentunya menjadi fokus program KKN.(Foto: Kinanthi)

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Animo mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di luar pulau Jawa masih cukup tinggi. Lokasi KKN yang dituju bahkan sampai ke pulau-pulau kecil di wilayah perbatasan.

Berangkat dari hal ini, adanya pembekalan khusus bagi kelompok-kelompok KKN tematik di pulau-pulau kecil perbatasan dirasa penting, demi keberhasilan pelaksanaan program.

Untuk itu KKN PPM UGM 2019 Liukang Tangaya, bersama Action Research Expedition Archipelago 2014-2020, BEM FGI UGM, dan Book For Montain, memberikan pembekalan dan diskusi Interaksi Bersama Masyarakat Frontier: Menuju Pulau-pulau Kecil Nusantara. Acara berlangsung di Ruang B301, Fakultas Geografi UGM pada Jumat (12/04/2019).

Acara ini dihadiri oleh Agung Satriyo Nugroho, S.Si., M.Sc. (Ketua DPT KKN-PPM Liukang Tangaya, Sulawesi Selatan, sekaligus Ekspeditor AARE Pulau Obi, Maluku), selaku pembicara.

Mahasiswa KKN perlu terlebih dahulu mengetahui tugas utama mereka ketika harus melakukan pengabdian di pulau-pulau tertinggal. “Frontier artinya mengubah kawasan yang identik dengan inhabitable, sparsely populated, isolated jadi layak ditinggali,” jelas Agung.

Layak artinya bisa menjadi pusat aktifitas ekonomi dan sosial. Setelah banyak berbicara mengenai frontier, Agung kemudian menjelaskan jalur akses ke pulau-pulau kecil yang memakan waktu berhari-hari, serta akses sinyal yang sangat minim. Ia mencontohkan letak Kecamatan Kepulauan Liukang Tangaya, khususnya Pulau Sailus, yang menjadi lokasi KKN-nya tahun ini.

Menurut Agung, lokasi pulau-pulau kecil di dekat perbatasan kaya akan potensi maritimnya. Potensi ini tentunya menjadi fokus program KKN.