Indonesia Butuh 100 Kawasan Ekonomi Baru agar Bisa Jadi 5 Besar Dunia

92
Direktur Eksekutif Kendal Industrial Park yang merupakan alumnus UGM, Didik Purbadi, menilai Kawasan Ekonomi Baru mampu mendorong visi Indonesia 2045. Foto: Ist
Direktur Eksekutif Kendal Industrial Park yang merupakan alumnus UGM, Didik Purbadi, menilai Kawasan Ekonomi Baru mampu mendorong visi Indonesia 2045. Foto: Ist

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Fakultas Geografi UGM menggelar webinar Geography Talks 3 pada Jumat (28/8/2020) sore WIB.

Tajuk yang diambil dalam acara ini adalah Regional Development for Sustainable Future.

Narasumber yang dihadirkan dalam kesempatan ini adalah  Guru besar Fakultas Geografi UGM, Prof. R. Rijanta, Direktur Eksekutif Kawasan Industri Kendal, Didik Purbadi, S.Si., M.B.A., dan Peneliti Laboratorium Kewilayahan Fakultas Geografi UGM, Dr. Luthfi Muta’ali.

Dalam paparannya, Rijanta menyebut ada dua pandangan yang bisa dipakai dalam pembangunan berkelanjutan.

Pertama, pandangan bahwa tiga komponen, yakni masyarakat, lingkungan, dan ekonomi berada pada level setara.

Baca juga: Inilah Manusia Unggul yang Diharapkan Mampu Menjaga Keanekaragaman Hayati Indonesia

Namun, pandangan kedua menganggap, ekonomi hanya bagian dari yang dipraktikkan oleh masyarakat.

Sementara masyarakat hanya bagian dari lingkungan yang lebih luas.

Isu pembangunan berkelanjutan pun menjadi perhatian dari Kementerian Desa PDTT dengan mewacanakan program transmigrasi 4.0.

Menurut Rijanta, transmigrasi 4.0 berbeda dengan transmigrasi konvensional.

Beberapa cirinya antara lain, kawasan transmigran menjadi penyuplai apa yang dibutuhkan oleh pasar.

Baca juga: Wali Kota Gorontalo Alumnus UGM Jadi yang Terbaik Jaga Stabilitas Ekonomi Masa Pandemi