Indonesia Bisa Menjadi Rumah bagi Industri Manufaktur Dunia

101
Dubes RI alumnus UGM, Djauhari Oratmangun, menjelaskan peluang Indonesia sebagai rumah industri pasca Covid-19. Foto: Ist
Dubes RI alumnus UGM, Djauhari Oratmangun, menjelaskan peluang Indonesia sebagai rumah industri pasca Covid-19. Foto: Ist

KAGAMA.CO, SINGAPURA – Kedutaan Besar RI di Singapura menggelar webinar pada Senin (29/6/2020).

Tema yang diambil dalam acara tersebut adalah Decentralization of Global Supply Chains: Rising Opportunities.

Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun, tampil sebagai salah satu narasumber.

Dubes Djauhari menyampaikan mengenai kondisi terkini hubungan perekonomian antara Indonesia dan Tiongkok.

Dubes Djauhari menjelaskan, di tengah pandemi yang masih berlangsung, investasi pada kuarter pertama tahun ini ternyata cukup besar.

Baca juga: Berawal dari Suka Baca Koran, Alumnus Ilmu Komunikasi UGM Ini Sekarang Jadi Bos Ovo

Kata dia, hingga hari ini sudah ada investasi sekitar 1.4 milyar USD yang masuk ke Indonesia.

Kemudian, transaksi perdagangan pada tahun ini sedikit meningkat dibanding tahun lalu.

Pada periode Januari-April 2020, transaksi yang terjadi bernilai 24,1 miliar USD, naik 0,41 persen dari 2019.

Angka ekspor Indonesia ke Tiongkok juga naik 8,11 persen pada kuarter pertama tahun ini dibanding kuarter yang sama setahun silam.

“Dari statistik tersebut, kami harus bisa berupaya lebih. Khususnya pada produk-produk potensial yang transaksinya meningkat dalam periode tersebut,” ucap Dubes Djauhari.

Baca juga: Ganjar Ajak KAGAMA Sumbar Manfaatkan Keberagaman untuk Membangun Daerah