Ikhlas Pimpin Ratusan Anggota MB UGM, Ingin Hidupkan Program Lama

190

Baca juga: Manfaat Magang Sebelum Lulus Kuliah

Memimpin Ratusan Anggota

Pada masa awal kepengurusannya, Ikhlas sempat takut dan tak percaya diri memimpin MB UGM.

Apalagi jumlah anggota aktif MB UGM sekitar 250-300 orang.

Ikhlas merasa takut salah memimpin, terutama dalam memahami karakter setiap anggotanya.

Hal ini juga yang masih menjadi tugas besar MB UGM.

Namun, setelah dijalani pelan-pelan, Ikhlas merasa enjoy memimpin MB UGM.

“Aku sekarang mau mengembangkan dari sisi SDM dan keorganisasiannya sih. Aku nggak ingin kita rajin latihan tetapi nggak ada output ke depannya. Kalau bisa setelah rajin latihan, monggo disalurkan kemampuannya untuk menjadi pelatih atau pengurus harian,” tandas mahasiswa asal Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Baca juga: Mengenal Tipe-tipe Tugas Kuliah dan Ujian Mahasiswa

Ingin Menghidupkan Lagi Program Lama

Di samping itu, ia ingin menghidupkan lagi program pengembangan untuk mengaransemen lagu dan merancang chart display.

Dikatakan oleh Ikhlas, kegiatan pengembangan ini sudah ada sejak dulu, tetapi sempat terhenti dan kali ini akan coba dihidupkan lagi.

“Apalagi alumni UKM Marching Band banyak yang jadi orang-orang hebat. Beberapa di antaranya udah jadi pelatih professional, ada yang jadi juri juga,” pungkas Ikhlas.

Besar harapan Ikhlas agar MB UGM terus memberi kebanggaan pada almamater.

Tampil di berbagai event dan parade di UGM maupun di luar UGM sudah menjadi program rutin MB UGM.

Baca juga: Bambang Purwono: Mahasiswa Nomor Satu!

Dalam waktu dekat MB UGM akan mengikuti kejuaraan Hamengkubuwono Cup pada Oktober mendatang.

Ada lagi di bulan November nanti, akan ada reuni akbar alumni MB UGM.

Memelihara Identitas ‘Cah Gelanggang’

Menjadi bagian dari MB UGM tentunya menjadi bagian dari Gelanggang Mahasiswa.

Sikap saling bantu antar UKM di Gelanggang merupakan sesuatu yang berkesan bagi Ikhlas.

“Walaupun kami lebih sering di Stadion Pancasila, ketika kami ada keperluan di Gelanggang orang-orang yang menetap di sana selalu bantu. Forkom juga selalu menengahi.Nggak ada sekat di antara kami meskipun ada perbedaan,” ungkap Ikhlas.

Kawan-kawan Gelanggang, kata Ikhlas, semoga selalu guyub dan jangan lupa memelihara identitas ‘cah gelanggang’-nya. (Kinanthi)

Baca juga: Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Menentukan Topik Skripsi