Ide Berdirinya Fakultas Perhubungan dan Pengangkutan di UGM Tempo Dulu

127

Baca juga: Agrosociopreneur Jalan Terang untuk Kemajuan Pertanian dan Ketahanan Pangan

Saat itu di berbagai daerah sedang gencar dibangun fasilitas jalan dan perhubungan.

Guna menentukan kebijakan dan teknis yang tepat dalam pembangunan tersebut, sangat dibutuhkan tenaga para sarjana Fakultas Perhubungan.

Di tahun pertama para mahasiswa akan diberikan beberapa mata kuliah seperti Ekonomi pengangkutan, Ekonomi Perusahaan Pengangkutan, Geografi Perhubungan, Asas-asas Hukum dari perdata hingga pidana yang berhubungan denhan dunia teansportasi, Dokumentasi Perusahaan, Teknik Alat Perhubungan, dan Politik Perhubungan.

Bagi mereka yang memilih ikut dalam kuliah ikatan dinas, akan mendapat tambahan mata kuliah.

Tambahan tersebut di antaranya mata kuliah Perhitungan Harga Pokok dan Tarif Jawatan, Perundang-undangan Jawatan, Organisasi dan Tata Usaha Jawatan, serta Praktikum Pada Setiap Bagian di Jawatan.

Baca juga: Kemenhub Kebut Pembangunan Konektivitas dan Aksesbilitas Transportasi Joglosemar

Saat itu Indonesia memang kekurangan ahli dalam bidang transportasi, namun ide pembentukan tersebut belum terwujud.

Hal itu karena pembentukannya dinilai terlalu spesifik, sehingga dapat dirangkum dalam sebuah kursus keterampilan atau sekolah-sekolah ikatan dinas di berbagai jawatan.

Bidang perhubungan dan pengangkutan saat itu belum dipandang sebagai ilmu, namun keterampilan.

Saat itu banyak ikatan dinas yang didirikan secara terpisah dari perguruan tinggi seperti sekolah bagi calon pegawai PTKAI atau para calon awak kapal laut.

Walaupun tak ada Fakultas yang secara khusus mendalami bidang transportasi, di masa selanjutnya UGM mendirikan Pusat Studi Transportasi dan Logisitik.

Pusat studi tersebut kerap mengadakan diskusi dan penelitian yang berhubungan dengan transportasi. (Thovan)

Baca juga: Bandara YIA Rampung Akhir Tahun, Presiden Berharap Kunjungan Wisman ke DIY dan Sekitarnya Meningkat