Penciptaan Himne Gadjah Mada

Dari tulisan di laman resmi UGM, himne yang diciptakan Pak Sut mulai diperdengarkan di acara-acara kampus pada 19 Desember 1952. Bagi Pak Sut menciptakan himne tersebut merupakan hal yang paling berkesan dalam hidupnya. Sudah 60 tahun lebih himne ciptaannya ini diperdengarkan.

Kepada Bulaksumur ia mengisahkan, himne ciptaannya sempat akan diganti. Herman Johannes, Rektor UGM saat itu pernah berujar kepada Pak Sut untuk mengganti himne tersebut. Mendengar itu ia berkata kepada Rektor, “tidak ada masalah sebab seperti manusia lagu itu akan hidup andai diingat dan tidak bila dilupakan.”

Suthasoma bersama keluarga (ditampilkan dalam konser mengenang Suthasoma, youtube.com)
Suthasoma bersama keluarga (ditampilkan dalam konser mengenang Suthasoma, youtube.com)

Entah apa yang terjadi—Pak Sut pun heran—saat ia berkunjung ke UGM pada tahun 1965, himne ciptaannya ternyata masih dinyanyikan. Tentu saja sampai saat ini.

Saat menciptakan himne tersebut, Pak Sut terinspirasi sosok Patih Gadjah Mada yang ditulis Muhammad Yamin dalam bukunya. Ia berharap mahasiswa yang mendengar himne tersebut bisa seperti Yamin atau Patih Gadjah Mada, jadi orang besar dan gigih.