Hobi Nongkrong di Perpustakaan Sejak Kuliah, Alumnus Fisipol UGM Ini Galakkan Budaya Literasi di Purworejo

469
Kegemaran nongkrong di perpustakaan mendorong Sigit, alumnus Ilmu Pemerintahan UGM untuk menggalakkan budaya literasi di Purworejo. Foto: Ezra
Kegemaran nongkrong di perpustakaan mendorong Sigit, alumnus Ilmu Pemerintahan UGM untuk menggalakkan budaya literasi di Purworejo. Foto: Ezra

KAGAMA.CO, BULAKSUMUR – Bertugas sebagai Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purworejo, bagi Drs. Sigit Budi Mulyanto, MM bukanlah sesuatu yang sulit.

Alumnus Jurusan Ilmu Pemerintahan (sekarang DPP) FISIPOL UGM ini mengaku gemar mengunjungi perpustakaan, saat masih menjadi mahasiswa pada tahun 1981.

Kala disambangi KAGAMA di ruang kerjanya, Sigit mengenang beberapa perpustakaan yang kerap dikunjungi terutama untuk menghabiskan waktu usai menjalani kuliah.

“Perpustakaan Malioboro, Perpustakaan Daerah di Bumijo, hingga Perpustakaan Pusat UGM, terutama untuk berburu ilmu,” tutur Sigit belum lama ini.

Kegemarannya nongkrong di perpustakaan itulah yang kini mednorongnya guna membudayakan literasi di Kabupaten Purworejo.

Baca juga: Sosiolog Kriminal UGM Angkat Bicara Soal Klitih di Yogyakarta

Kenal Purworejo dari Kuliah Kerja Nyata

Perkenalan Sigit dengan Purworejo berawal dari Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menjadi seorang PNS di Kabupaten Purworejo, Sigit mengaku bahwa perkenalannya dengan kota kelahiran pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman ini terjadi saat Kuliah Kerja Nyata.

Kala itu, Sigit bersama teman-temannya diterjunkan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo yang berlokasi di kaki bukit Menoreh.

Hal ini pula diakui Sigit yang kelak membawanya berkarya di Kabupaten Purworejo sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Sigit mengaku, selepas lulus dari kampus kerakyatan pada 1987, dia langsung melamar menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Purworejo menjadi pilihan, salah satunya karena pernah KKN di kota kelahiran pencipta lagu Indonesia Raya, WR Supratman ini.

“Hubungan dengan masyarakat di sana sampai sekarang pun masih baik, sehingga Saya selalu menyempatkan diri untuk hadir jika ada acara, terutama yang berhubungan dengan literasi,” tutur pria asal Bantul ini.

Baca juga: Agar Laptop Butut Tetap Yahud